RADAR BOGOR - Microsoft mengawali 2026 dengan tekad kuat untuk menjadi pemimpin global dalam pengembangan kecerdasan buatan.
Namun, persaingan pasar justru membuat raksasa teknologi itu berada dalam posisi penuh tantangan, terutama terkait tingkat kepercayaan pengguna terhadap produk andalannya, Copilot.
Microsoft menempatkan Copilot sebagai tulang punggung strategi “AI first” perusahaan, dengan peran yang disamakan seperti Azure dalam transformasi komputasi awan satu dekade lalu.
Produk berbasis AI tersebut telah disematkan ke berbagai layanan, mulai dari Microsoft 365, GitHub, hingga peramban Edge, dengan harapan dominasi ekosistem dapat mempercepat adopsi secara masif.
Namun, perluasan integrasi yang agresif itu justru memunculkan persoalan baru.
Sejumlah pengguna, baik dari kalangan korporasi maupun individu, menilai pengalaman menggunakan Copilot terasa terpecah-pecah dan kurang intuitif di berbagai platform.
Dikabarkan, Copilot saat ini menghadapi tiga tantangan besar, yakni citra merek yang membingungkan, versi produk yang belum sepenuhnya terhubung dengan baik, serta kualitas pengalaman pengguna yang dinilai tidak konsisten.
Temuan independen turut menguatkan tekanan tersebut, dengan menunjukkan adanya pergeseran preferensi konsumen.
Persentase pelanggan yang menjadikan Copilot sebagai pilihan utama tercatat menurun dari 18,8 persen pada Juli 2025 menjadi 11,5 persen pada akhir Januari 2026.
Pada saat yang sama, minat terhadap Google Gemini justru meningkat dari 12,8 persen menjadi 15,7 persen.
Situasi ini terjadi di tengah klaim pertumbuhan yang terus digaungkan Microsoft.
Perusahaan mengungkapkan telah menjual sekitar 15 juta lisensi Copilot untuk segmen korporasi, dari total lebih dari 450 juta pelanggan berbayar Microsoft 365.
Selain itu, Copilot disebut telah memiliki lebih dari 150 juta pengguna aktif bulanan di berbagai platform.
Meski menunjukkan perkembangan, angka tersebut masih tertinggal jauh dibandingkan para pesaingnya.
Gemini dilaporkan telah meraih lebih dari 650 juta pengguna bulanan, sementara ChatGPT disebut memiliki sekitar 900 juta pengguna aktif setiap pekan.
CEO Microsoft, Satya Nadella sebelumnya menyampaikan, Copilot telah menjadi bagian dari rutinitas kerja jutaan pengguna dan tingkat adopsinya berkembang lebih cepat dibandingkan produk lain di dalam perusahaan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam blog pribadinya pada akhir tahun lalu untuk menjaga optimisme pasar.
Kendati demikian, respons investor belum sepenuhnya positif.
Saham Microsoft sempat mengalami penurunan hampir tiga persen setelah perusahaan merilis laporan kinerja keuangannya. (dri/dri)
Editor : Siti Dewi Yanti