Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pentagon Gandeng OpenAI, ChatGPT Masuk Platform AI Militer Amerika Serikat GenAI.mil

Siti Dewi Yanti • Rabu, 11 Februari 2026 | 04:05 WIB
Departemen Pertahanan Amerika Serikat menggandeng OpenAI.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat menggandeng OpenAI.

RADAR BOGOR - Departemen Pertahanan Amerika Serikat, mengambil langkah besar dalam transformasi digital pertahanannya dengan menggandeng OpenAI, untuk mengintegrasikan teknologi ChatGPT ke dalam platform kecerdasan buatan militer bernama GenAI.mil.

Ya, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) resmi bekerja sama dengan OpenAI untuk memasukkan ChatGPT ke dalam ekosistem AI militernya, GenAI.mil.

Integrasi tersebut dirancang guna memperluas kemampuan analisis data, komunikasi internal, serta dukungan pengambilan keputusan di seluruh struktur pertahanan negara tersebut.

GenAI.mil sendiri diluncurkan pada Desember 2025 sebagai infrastruktur AI terpadu bagi personel militer, pegawai sipil, hingga kontraktor pertahanan.

Sejak awal pengembangannya, platform ini dibangun di atas model AI Gemini yang disediakan melalui layanan pemerintah Google Cloud, sehingga berfungsi sebagai sistem terintegrasi, bukan sekadar aplikasi siap pakai.

Dalam dua bulan pertama sejak dioperasikan, lebih dari satu juta personel di berbagai unit tercatat telah memanfaatkan sistem tersebut secara aktif.

Tingkat penggunaan itu menandakan bahwa pemanfaatan AI di lingkungan Pentagon telah bergerak dari tahap uji coba menuju kebutuhan operasional utama.

Implementasi tersebut juga disebut mampu mempercepat proses kerja sekaligus meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.

Kehadiran ChatGPT diharapkan, dapat memperkuat kesiapsiagaan militer, membantu pelaksanaan misi, serta memberikan kemampuan yang lebih andal bagi kekuatan gabungan.

Langkah integrasi ini, sejalan dengan agenda pemerintahan Presiden Donald Trump yang menempatkan kecerdasan buatan sebagai prioritas nasional.

Dalam kerangka tersebut, Pentagon tengah diarahkan menjadi organisasi berbasis AI, di mana teknologi generatif tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap, melainkan fondasi utama operasi modern.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth juga menyampaikan, masa depan kekuatan militer Amerika sangat bergantung pada penguasaan AI, dan Washington berupaya mempercepat inovasi guna mengimbangi perkembangan teknologi negara lain.

”Masa depan peperangan Amerika telah tiba dan ditandai oleh penggunaan kecerdasan buatan. Menghadapi kemajuan teknologi dari pihak lawan, Amerika Serikat tidak tinggal diam, tetapi justru mempercepat pengembangan inovasi militernya,” kata Pete.

Pada tataran kebijakan, Departemen Pertahanan AS bulan lalu meluncurkan Artificial Intelligence Acceleration Strategy yang bertujuan memangkas hambatan birokrasi serta mempercepat penerapan AI di seluruh misi pertahanan.

Strategi tersebut difokuskan pada tiga bidang utama, yakni peperangan modern, intelijen, dan operasi kelembagaan.

Wakil Menteri Pertahanan untuk Riset dan Rekayasa, Emil Michael menegaskan, pentingnya percepatan tersebut dengan menyatakan bahwa dalam persaingan dominasi AI tidak ada ruang untuk berada di posisi kedua.

”Dalam perlombaan dominasi AI, tak ada hadiah untuk tempat kedua,” tegasnya. (din/dns)

Editor : Siti Dewi Yanti
#openai #genAI #ChatGPT #amerika serikat #donald trump