RADAR BOGOR - Akhirnya, Iran secara resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru negara tersebut setelah wafatnya ayahnya, Ali Khamenei.
Penunjukan ini terjadi setelah proses pemilihan yang dilakukan oleh Majelis Pakar Iran, lembaga yang memiliki kewenangan menentukan pemimpin tertinggi di Republik Islam Iran.
Penunjukan Mojtaba Khamenei dilakukan setelah Ali Khamenei meninggal dunia akibat serangan militer yang terjadi pada akhir Februari 2026.
Setelah melalui proses pembahasan internal di Majelis Pakar, nama Mojtaba Khamenei yang selama ini disebut sebagai kandidat kuat akhirnya dipilih untuk menduduki posisi tertinggi dalam struktur politik Iran.
Sosok Berpengaruh di Lingkaran Kekuasaan Iran
Mojtaba Khamenei dikenal sebagai figur yang memiliki pengaruh besar di lingkaran dalam kepemimpinan Iran selama beberapa dekade terakhir.
Meskipun demikian, Mojtaba Khamenei tidak pernah mencalonkan diri dalam jabatan publik ataupun mengikuti pemilihan umum.
Selama bertahun-tahun, peran Mojtaba Khamenei lebih banyak berada di balik layar, terutama dalam membangun jaringan kekuatan politik dan militer.
Ia juga diketahui memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, salah satu institusi militer paling berpengaruh di Iran.
Kedekatan tersebut membuat posisinya semakin diperhitungkan dalam dinamika kekuasaan di Tehran, terutama dalam proses suksesi kepemimpinan setelah wafatnya Ali Khamenei.
Suksesi Sensitif di Iran
Saat ini Mojtaba Khamenei berusia 56 tahun.
Sepanjang perjalanan kariernya, ia tidak pernah secara terbuka membahas kemungkinan dirinya menggantikan posisi ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Isu suksesi kepemimpinan di Iran memang kerap dianggap sebagai topik sensitif dalam politik negara tersebut.
Banyak pengamat menilai bahwa naiknya Mojtaba Khamenei ke posisi tersebut berpotensi memunculkan kesan terbentuknya dinasti politik.
Situasi itu, dinilai mengingatkan pada sistem monarki yang pernah berkuasa di Iran sebelum terjadinya Revolusi Iran 1979 yang menggulingkan kekuasaan dinasti Pahlavi dan mengubah Iran menjadi republik Islam seperti yang dikenal saat ini.
Meski demikian, keputusan Majelis Pakar menandai babak baru dalam kepemimpinan Iran, dengan Mojtaba Khamenei kini memegang peran paling penting dalam menentukan arah politik, militer, dan keagamaan negara tersebut. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim