RADAR BOGOR - Google resmi menghentikan fitur kecerdasan buatan (AI) di mesin pencarinya yang menampilkan ringkasan saran kesehatan berbasis pengalaman pengguna.
Ya, fitur bernama “What People Suggest” sebelumnya dirancang untuk merangkum pengalaman pribadi pengguna internet terkait kondisi medis tertentu.
Dengan teknologi AI, Google mencoba menyajikan perspektif komunitas dalam bentuk ringkasan yang mudah dipahami bagi pencari informasi kesehatan.
Fitur What People Suggest ini, merupakan bagian dari upaya Google memperluas pemanfaatan AI dalam layanan pencarian, khususnya di bidang kesehatan.
Sistem tersebut mengolah diskusi daring dari berbagai pengguna dengan pengalaman serupa, lalu menyusunnya menjadi informasi singkat.
Namun, dikabarkan Google telah menghentikan fitur What People Suggest tersebut setelah sebelumnya hanya diuji coba secara terbatas di perangkat seluler di Amerika Serikat.
Sejumlah sumber menyebutkan, fitur itu kini sudah tidak lagi tersedia dalam sistem pencarian.
Pihak Google mengonfirmasi penghentian tersebut dan menjelaskan, keputusan itu merupakan bagian dari penyederhanaan tampilan hasil pencarian secara keseluruhan, bukan karena masalah keamanan atau kualitas fitur.
Di sisi lain, penghentian ini muncul setelah fitur AI Google mendapat sorotan.
Investigasi The Guardian pada Januari lalu menemukan, ringkasan dalam fitur AI Overviews berpotensi menyajikan informasi medis yang keliru atau menyesatkan.
Tak lama setelah laporan tersebut terbit, Google mulai mengurangi tampilan ringkasan AI untuk sejumlah pencarian terkait kesehatan.
Langkah ini, dinilai sebagai respons terhadap kekhawatiran dari kalangan medis dan organisasi kesehatan mengenai akurasi informasi.
Direktur komunikasi British Liver Trust, Vanessa Hebditch menilai, penghapusan sebagian fitur belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan.
Ia berpandangan, masih ada isu yang lebih luas terkait penggunaan AI dalam penyajian informasi kesehatan yang perlu ditangani secara menyeluruh.
Ke depan, penggunaan AI dalam layanan kesehatan digital diperkirakan tetap menjadi perhatian, terutama terkait akurasi dan dampaknya terhadap pengguna. (din/dns)
Editor : Siti Dewi Yanti