Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cuaca Makkah Tembus 41 Derajat Celsius, Jamaah Haji Asal Kabupaten Bogor Atur Strategi Ibadah di Pagi dan Malam Hari

Lucky Lukman Nul Hakim • Sabtu, 9 Mei 2026 | 15:05 WIB
Ketua Kloter JKS 03, Ade Irawan (kanan bawah) bersama jamaah haji asal Kabupaten Bogor.
Ketua Kloter JKS 03, Ade Irawan (kanan bawah) bersama jamaah haji asal Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR - Suhu udara di Kota Makkah mulai menunjukkan peningkatan signifikan dengan kondisi yang cukup ekstrem bagi para jamaah haji. 

Pada pagi hari suhu tercatat sekitar 28 derajat Celsius, kemudian melonjak hingga 41 derajat pada siang hari, sebelum turun menjadi 37 derajat di sore hari dan kembali berada di angka 34 derajat pada malam hari.

Kondisi cuaca panas tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para calon jamaah haji (calhaj) asal Indonesia, khususnya Kloter 03 JKS asal Kabupaten Bogor yang kini tengah menunaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Baca Juga: Harga LPG Non Subsidi Belum Turun, Warga Bogor Diminta Tak Beralih ke Gas Melon

Ketua Kloter JKS 03, Ade Irawan menyampaikan, perubahan cuaca ini membuat pihaknya melakukan penyesuaian jadwal ibadah agar jamaah tetap dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. 

Ia menegaskan, aktivitas umrah sunnah kini lebih diutamakan pada waktu pagi atau malam hari untuk menghindari paparan panas ekstrem di siang hari.

Ade menjelaskan, pihak kloter telah menginformasikan kepada seluruh jamaah untuk lebih bijak dalam mengatur waktu ibadah, terutama kegiatan umrah sunnah, demi menjaga kondisi kesehatan selama berada di Makkah.

Baca Juga: KTT ASEAN 2026: Presiden Prabowo Ajak Thailand dan Kamboja Tempuh Jalur Damai atas Sengketa Perbatasan

Selain faktor cuaca, Ade yang akrab disapa Gushai itu juga menyoroti semakin ketatnya sistem pengamanan di sekitar Kota Makkah. 

Ia menyebutkan, setiap jamaah yang hendak memasuki wilayah Makkah maupun Masjidil Haram kini wajib menunjukkan kartu identitas resmi jamaah haji atau Kartu Nusuk sebagai syarat utama mobilitas.

Menurutnya, tanpa kartu tersebut, jamaah akan mengalami kesulitan dalam mengakses area-area ibadah utama di Makkah.

Baca Juga: Reses Dewan! Emak-Emak Curhat Retribusi Sampah, Siswanto Ajak Warga Aktif Pilah Sampah dari Rumah 

Di sisi lain, Ade turut menginformasikan, kondisi kesehatan jamaah asal Kabupaten Bogor yang tergabung dalam Kloter 03 JKS serta Kloter 07 JKS dalam keadaan baik. 

Kedua kloter tersebut diketahui berada di wilayah hotel yang berdekatan di kawasan Misfalah, Makkah.

Ia juga mengajak, masyarakat di tanah air untuk terus mendoakan kelancaran ibadah para jamaah agar tetap sehat hingga pelaksanaan puncak ibadah haji yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Mei 2026 mendatang.

Baca Juga: Heboh! Pelajar Lompat dari Jembatan GDC Kota Depok, Sempat Diselamatkan Ojol, Begini Kronologinya

"Mohon doanya kepada semua lapisan masyarakat," ungkapnya kepada Radar Bogor, Sabtu 9 Mei 2026. 

Sementara itu, aktivitas umrah dari kawasan Tan’im atau Masjid Aisyah tetap menjadi pilihan utama jamaah yang ingin melaksanakan umrah sunnah ulang. 

Lokasi ini memiliki nilai sejarah penting dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Baca Juga: Info Pantauan Saldo Bansos 9 Mei 2026, Laporan Terkini KKS Bank Mandiri Wilayah Jawa Barat

Tan’im dikenal sebagai titik miqat terdekat bagi jamaah yang sudah berada di dalam Kota Makkah. 

Sejarahnya, merujuk pada peristiwa di masa Rasulullah SAW, ketika Sayyidah Aisyah binti Abu Bakar diberi kesempatan oleh Nabi Muhammad SAW untuk mengambil miqat di wilayah tersebut setelah mengalami kendala saat menunaikan umrah pada Haji Wada’.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi dasar penetapan Tan’im sebagai lokasi miqat bagi penduduk Makkah atau jamaah yang ingin melaksanakan umrah tambahan. 

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bakal Ubah Nama Kawasan Suryakencana Jadi Pelataran Binokasih, Jalan hingga Trotoar Akan Ditata

Dari sisi fikih, jamaah yang berada di dalam wilayah Tanah Haram diwajibkan keluar terlebih dahulu ke wilayah Hill sebelum memulai ihram, dan Tan’im menjadi lokasi terdekat yang paling mudah diakses, berjarak sekitar 7–8 kilometer dari Masjidil Haram.

Hingga kini, Masjid Aisyah di kawasan Tan’im tetap menjadi salah satu titik paling ramai dikunjungi jamaah sebagai tempat memulai ihram untuk umrah sunnah di Makkah. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#Masjidil Haram #bogor #haji #cuaca #makkah