RADAR BOGOR - Suasana Masjid Hotel Burj Shalah Sektor 9 Makkah pada Sabtu (9/5/2026) terlihat berbeda.
Ratusan calon jemaah haji (Calhaj) Kloter JKS 03 asal Kabupaten Bogor tampak berkumpul mengikuti sosialisasi kesehatan yang digelar Tim Kesehatan Indonesia bersama petugas kloter.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem di Kota Makkah yang dalam beberapa hari terakhir mencapai lebih dari 40 derajat Celsius pada siang hari.
Dalam suasana serius namun penuh keakraban, para jemaah diberikan edukasi penting mengenai protokol kesehatan selama menjalankan ibadah haji.
Koordinator Kesehatan Sektor 9 Makkah, Ahmad Muhane mengatakan, penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi hal yang sangat penting bagi jemaah Indonesia, terutama saat beraktivitas di luar ruangan dengan suhu yang sangat panas.
"APD ini sangat penting bagi jemaah kita apalagi suhu di Makkah sangat tinggi," jelas Ahmad.
Ia menjelaskan, perlengkapan seperti masker, semprotan cairan atau hairspray dan oralit wajib disiapkan oleh jemaah guna menjaga kondisi tubuh tetap stabil selama berada di Tanah Suci.
Menurut Ahmad, masker memiliki peran penting untuk mencegah penularan penyakit melalui udara mengingat jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di Mekah.
Ia menyebut, potensi penularan penyakit cukup tinggi apabila jemaah tidak disiplin menggunakan masker saat berada di keramaian.
Baca Juga: Rayakan Kemenangan Persib, Konvoi Suporter Padati Jalanan Kota Bogor
Selain itu, Ahmad juga mengingatkan ancaman dehidrasi yang menjadi salah satu penyebab banyaknya kasus kematian jemaah haji pada musim haji tahun sebelumnya.
Karena itu, konsumsi cairan oralit dinilai sangat penting untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Ia menuturkan, kebutuhan oralit bagi jemaah akan mendapat dukungan dari petugas kesehatan, termasuk saat memasuki fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
Tidak hanya itu, Ahmad turut mengimbau jemaah untuk menggunakan semprotan cairan atau hairspray pada area wajah, leher dan kaki guna membantu tubuh tetap segar serta mengurangi risiko heatstroke akibat paparan panas ekstrem.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad berharap seluruh jemaah Kloter JKS 03 dapat menjaga kesehatan dengan baik sehingga seluruh jemaah yang berangkat ke Tanah Suci dapat kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat.
Selain penggunaan APD, petugas kesehatan juga mengingatkan pentingnya disiplin menjalankan pola hidup sehat selama berhaji.
Jemaah diminta rutin minum air putih sedikitnya 250 mililiter setiap jam untuk mencegah dehidrasi.
Penggunaan payung saat beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan guna melindungi tubuh dari paparan sinar matahari langsung yang cukup menyengat di Kota Makkah.
Jemaah juga diminta mengatur pola aktivitas ibadah dan istirahat secara seimbang.
Petugas mengimbau, agar waktu menuju Masjidil Haram dilakukan secara bergantian agar kondisi fisik tetap terjaga dan jemaah mendapatkan waktu istirahat yang cukup antara enam hingga delapan jam per hari.
Selain itu, makanan yang telah disiapkan petugas diminta untuk dikonsumsi sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Petugas menegaskan makanan tersebut sudah disesuaikan dengan kebutuhan gizi jemaah Indonesia sehingga penting dikonsumsi tepat waktu dan tidak melewati batas konsumsi yang dianjurkan.
Baca Juga: Persib Kalahkah Persija di Super League 2025/2026, Adam Alis: Terpenting Dapat 3 Poin
Sementara itu, Ketua Kloter JKS 03, Ade Irawan, terus mengingatkan seluruh calon jemaah haji agar menjaga kebugaran tubuh selama berada di Makkah.
Menurutnya, kondisi cuaca panas dan aktivitas ibadah yang padat membutuhkan kesiapan fisik yang baik.
Ia berharap seluruh ikhtiar menjaga kesehatan yang dilakukan jemaah dapat membantu mereka menjalani puncak ibadah haji dalam kondisi sehat dan prima. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti