RADAR BOGOR - Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Padang Arafah pada bulan Dzulhijjah, suasana spiritual mulai dirasakan para jamaah haji dari berbagai daerah.
Momentum wukuf di Arafah yang menjadi inti ibadah haji membuat para jamaah mulai mempersiapkan kondisi fisik, mental, hingga spiritual agar dapat menjalani rangkaian ibadah dengan maksimal.
Ketua Yayasan Darul Ulum Parung sekaligus Pengurus Inti FK KBIHU Kabupaten Bogor, Ikbal Farisi atau yang akrab disapa Bang Boy menyampaikan, perjalanan menuju ridha Allah SWT tidak pernah diperoleh secara instan.
Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 2 Via KKS BNI Cair Bertahap, BRI Masih Kosong? KPM Cek Terus Saldo Secara Berkala
Menurutnya, surga merupakan balasan atas perjuangan, pengorbanan, dan kesungguhan seorang hamba dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Karena itu, ibadah haji menjadi salah satu bentuk pembelajaran tentang kepasrahan total manusia kepada Sang Pencipta.
Wukuf di Arafah Jadi Puncak Spiritualitas Jamaah Haji
Ikbal Farisi menjelaskan, menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah, para jamaah mulai menjaga energi dan kesehatan agar dapat menjalani puncak ibadah haji dengan khusyuk.
Ia menilai, wukuf bukan hanya sekadar ritual, tetapi menjadi simbol kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.
Dalam keterangannya, Bang Boy menuturkan, hakikat ibadah haji terletak pada ketulusan hati dan kepasrahan penuh kepada Allah SWT.
Seluruh rangkaian ibadah yang dijalani jamaah pada akhirnya bermuara pada harapan untuk memperoleh ridha dan rahmat-Nya.
Keikhlasan Membantu Sesama Dinilai Jadi Jalan Mendapatkan Rahmat Allah SWT
Lebih lanjut, bang Boy mengatakan, jalan menuju ridha Allah tidak selalu melalui ibadah yang terlihat besar di mata manusia.
Menurutnya, sikap tulus dalam membantu, melayani, dan memuliakan orang lain justru dapat menjadi jalan datangnya rahmat Allah SWT.
Ia menilai, seseorang yang rendah hati dan ikhlas saat menolong sesama pada dasarnya sedang memuliakan ciptaan Allah dengan penuh cinta dan keikhlasan.
Sikap tersebut diyakini mampu menghadirkan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Keberkahan Hidup Datang dari Ketulusan dan Manfaat untuk Sesama
Bang Boy juga menegaskan, keberkahan bukan hanya tentang bertambahnya materi, melainkan bertambahnya kebaikan dalam kehidupan.
Ia menyebut, orang yang senantiasa memberikan manfaat bagi orang lain merupakan sebaik-baik manusia.
Baca Juga: KPM Bansos Cek Arus Transaksi KKS Himbara di Penghujung Mei 2026, Ada yang Cair BPNT Rp600 Ribu
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus mengejar rahmat Allah dari berbagai arah, salah satunya dengan menjaga keikhlasan dalam berbuat baik kepada sesama tanpa mengharapkan balasan.
Menjelang puncak ibadah haji tahun ini, pesan tentang ketulusan, kepasrahan, dan semangat melayani sesama diharapkan dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim