Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jelang Puncak Haji 2026, Masjidil Haram Mulai Dipadati Jemaah: Tawaf Dialihkan ke Lantai Dua, Jemaah Diminta Hemat Tenaga Menjelang Armuzna

Lucky Lukman Nul Hakim • Jumat, 22 Mei 2026 | 19:15 WIB
Pendamping jamaah haji Kloter Jks 03 Kabupaten Bogor, Ikbal Farisi di tanah suci.
Pendamping jamaah haji Kloter Jks 03 Kabupaten Bogor, Ikbal Farisi di tanah suci.

RADAR BOGOR - Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah, kawasan sekitar Masjidil Haram, Makkah, mulai dipadati jutaan jemaah dari berbagai negara. 

Kepadatan tersebut bahkan sudah terasa sejak Jumat, 22 Mei 2026, terutama di area pelataran tawaf yang menjadi pusat aktivitas ibadah para tamu Allah SWT.

Ketua Yayasan Darul Ulum Parung yang juga Pengurus Inti FK KBIHU Kabupaten Bogor, Ikbal Farisi atau yang akrab disapa Bang Boy mengungkapkan, lonjakan jemaah kini semakin signifikan dari hari ke hari.

Menurut Bang Boy, akses menuju area tawaf di pelataran utama Masjidil Haram mulai dibatasi akibat membludaknya jemaah.

Baca Juga: Tukang Ojek Duel Lawan Begal yang Hendak Gasak Motornya di Cariu Bogor, Pelaku Ditangkap

Sebagian jemaah yang hendak melaksanakan tawaf diarahkan menuju lantai dua guna mengurai kepadatan.

“Per hari ini, Jumat 22 Mei 2026, kondisi di sekitar Masjidil Haram sudah sangat ramai oleh jemaah dari berbagai negara. Bahkan untuk masuk ke area tawaf di pelataran utama sudah mulai dialihkan ke lantai dua,” ujar Ikbal Farisi yang juga pendamping jamaah haji Kloter Jks 03 Kabupaten Bogor tersebut.

Daker Haji Indonesia Imbau Jemaah Fokus Jaga Kondisi Fisik

Di tengah meningkatnya aktivitas jemaah, Daker Haji dan Umrah Indonesia turut mengeluarkan imbauan penting agar para jemaah tetap menjaga stamina dan tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel atau pemondokan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mempersiapkan kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji di Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang akan berlangsung pada 9 Zulhijah mendatang.

Bang Boy menyebutkan, para jemaah diimbau lebih banyak beristirahat dan mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting demi menjaga kesehatan selama fase krusial ibadah haji.

“Daker Haji dan Umrah Indonesia menyarankan jemaah untuk tetap berada di pemondokan masing-masing agar kondisi tubuh tetap prima menjelang Armuzna,” katanya kepada Radar Bogor.

Suhu Makkah Capai 42 Derajat Celsius, Jemaah Diingatkan Waspada Dehidrasi

Selain kepadatan jemaah, kondisi cuaca ekstrem di Kota Makkah juga menjadi perhatian serius. Saat ini suhu udara tercatat mencapai sekitar 42 derajat Celsius pada siang hari.

Pemerintah Indonesia melalui petugas kesehatan haji terus mengingatkan jemaah agar disiplin menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Baca Juga: Penjualan Hewan Kurban 2026 di Kabupaten Bogor Meningkat, Ribuan Hewan Sudah Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain menggunakan masker, mengenakan kacamata hitam saat berada di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, hingga membawa semprotan wajah untuk membantu menjaga kelembapan tubuh.

“Cuaca di Makkah cukup panas, sekitar 42 derajat Celsius. Jemaah diimbau selalu memakai masker, kacamata hitam, cukup minum air, dan membawa semprotan wajah agar tidak mudah dehidrasi,” jelas Bang Boy. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#Masjidil Haram #tawaf #bogor #haji