Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jelang Puncak Haji, Operasional Bus Sholawat di Makkah Dibatasi

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 22 Mei 2026 | 23:14 WIB
Kondisi sekitar Masjidil Haram yang dipadati Calon Jemaah Haji (Dok. Jemaah Haji)
Kondisi sekitar Masjidil Haram yang dipadati Calon Jemaah Haji (Dok. Jemaah Haji)

RADAR BOGOR - Operasional Bus Sholawat di Makkah kini mulai dibatasi mengingat suasana di lokasi tersebut kian padat jelang pelaksanaan puncak haji Armuzna.

Bus Sholawat sebelumnya beroperasi selama 24 jam tetapi kendaraan tersebut kini hanya melayani dari pukul 22.00 hingga 08.00 waktu Arab Saudi.

Jemaah haji asal Bogor, Hilaludin Safary melaporkan pembatasan tersebut mulai diberlakukan sejak lima hari terakhir, kebijakan ini dikeluarkan oleh otoritas Keamanan Arab Saudi. 

“Karena kondisi di sekitar Masjidil Haram sudah sangat padat dan macet, bus sholawat sekarang dibatasi operasionalnya,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat 22 Mei 2026.

Baca Juga: Pria Diduga Pengedar Narkoba di Dramaga Bogor Dibekuk saat Transaksi, Polisi Sita Sabu hingga Tembakau Sintetis

Para jemaah saat ini juga lebih banyak diimbau untuk beraktivitas di hotel guna menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji pada 26 Mei 2026. 

Di Makkah kepadatan jemaah sudah terasa hampir di seluruh area sekitar Masjidil Haram, bahkan ketika waktu salat tiba, aktivitas masyarakat di sekitar masjid seakan langsung berhenti.

“Jemaah salat di mana saja selama masih memungkinkan berjamaah, sampai trotoar jalan, pelataran hotel, emperan toko, lorong pertokoan, bahkan area mall juga dipakai salat,” katanya.

Baca Juga: Penjualan Hewan Kurban Turun, Pedagang di Jalan Pajajaran Kota Bogor Terpaksa Banting Harga

Menurutnya, pemandangan tersebut menjadi hal yang biasa ditemukan terutama saat waktu maghrib, isya, dan salat Jumat karena tingginya jumlah jemaah.

Meski sangat padat, suasana ibadah tetap berlangsung tertib dan khusyuk, aktivitas perdagangan maupun lalu lintas pejalan kaki biasanya berhenti sementara ketika salat dimulai.

Ia juga mengaku merasakan suasana kebersamaan antarjemaah dari berbagai negara begitu terasa di Tanah Suci, banyak jemaah saling berbagi makanan hingga membantu satu sama lain tanpa memandang asal negara maupun bahasa.

“Di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi juga banyak masyarakat atau relawan yang membagikan air minum, kurma, makanan ringan sampai makanan berat gratis hampir sepanjang hari,” tuturnya.

Saat ini para jemaah haji tengah mempersiapkan diri menghadapi rangkaian puncak ibadah haji Armuzna yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga Mina (bay)

Editor : Eka Rahmawati
#bus sholawat #haji #makkah