RADAR BOGOR - Ribuan jemaah haji Indonesia yang mengambil nafar awal mulai bergerak menuju area lontar jumrah di Mina, Arab Saudi, pada Jumat pagi waktu Makkah.
Prosesi lontar jumrah ketiga ini menjadi bagian akhir rangkaian wajib haji sebelum para jemaah kembali ke Makkah.
Suasana Mina sejak dini hari tampak dipenuhi jemaah dari berbagai kloter yang berjalan beriringan menuju lokasi jumrah.
Baca Juga: Potensi Wilayah Besar, Cilendek Timur Bogor Siap Kembangkan KIM dan Literasi Digital Warga
Meski kondisi padat dan jadwal yang terus berubah, para jemaah tetap menjalankan ibadah dengan tertib dan penuh kekhusyukan.
Ketua Kloter JKS 03, Ade Irawan mengatakan, seluruh rangkaian ibadah haji jemaah asal Kabupaten Bogor berjalan lancar hingga tahapan lontar jumrah terakhir.
“Para jemaah JKS 03 alhamdulillah sudah menyelesaikan semua rangkaian utama ibadah haji mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, sampai dengan lontar jumrah pada hari tasyrik tanggal 10, 11, dan 12 Zulhijah,” papar Ade Irawan kepada Radar Bogor, Jumat pagi waktu Makkah.
Jadwal Ketat dan Perubahan Pergerakan Jadi Tantangan Jemaah
Ade menjelaskan, pelaksanaan lontar jumrah tahun ini tidak mudah karena pihak maktab menerapkan sistem pembagian waktu yang cukup ketat.
Selain itu, beberapa kloter juga harus bergerak lebih cepat untuk menyesuaikan jadwal kepulangan ke Tanah Air.
Menurutnya, petugas kloter harus terus bersiaga menghadapi berbagai perubahan teknis di lapangan agar seluruh jemaah tetap aman dan dapat menyelesaikan ibadah tepat waktu.
“Kondisinya cukup luar biasa. Kami harus selalu siaga karena sewaktu-waktu ada perubahan pergerakan. Alhamdulillah, seluruh rangkaian lontar jumrah bisa diselesaikan tadi subuh,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kloter JKS 03 termasuk dalam kelompok awal yang dijadwalkan kembali ke Makkah.
Karena itu, proses lontar jumrah ketiga dilakukan lebih cepat dibanding sebagian kloter lainnya.
“JKS 01 Bekasi dan JKS 03 Depok lebih dulu bergerak, kemudian dilanjutkan JKS 03 Bogor. Karena jadwal kepulangan ke Makkah sudah ditetapkan pukul 08.00 pagi, maka lontar jumrah kami tuntaskan sejak sebelum subuh,” katanya.
Perjalanan Haji Disebut Sebagai Ujian Kesabaran dan Keikhlasan
Sementara itu, Ketua Rombongan 8 sekaligus Pimpinan KBIHU Darul Ulum Parung, M. Ikbal Alfarisi, mengungkapkan rasa syukur atas selesainya rangkaian ibadah haji tahun 2026.
Menurut Ikbal, perjalanan haji selalu menghadirkan tantangan sekaligus pelajaran spiritual bagi setiap jemaah.
“Dalam pelaksanaan haji pasti ada dinamika dan ujian. Tinggal bagaimana setiap jemaah menjalaninya dengan keimanan, kesabaran, dan ketakwaan, karena haji adalah proses pembelajaran spiritual,” ungkap M. Ikbal Alfarisi.
Ia menilai, ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga proses pembentukan karakter seorang muslim agar lebih ikhlas dan tunduk kepada Allah SWT.
“Hanya jemaah yang sabar dan ikhlas yang mampu melewati seluruh proses ini dengan baik. Alhamdulillah, jemaah asal Bogor dapat mengikuti seluruh rangkaian haji dengan lancar. Semoga semuanya menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” pungkasnya.
Jemaah Haji Bogor Bersiap Tinggalkan Mina
Setelah menyelesaikan lontar jumrah ketiga, para jemaah nafar awal mulai bersiap meninggalkan Mina menuju Makkah untuk melanjutkan tahapan akhir ibadah haji sebelum kepulangan ke Indonesia.
Baca Juga: Petualangan Rasa Negeri Ginseng: 5 Restoran Korea Autentik Paling Direkomendasikan di Kota Medan
Petugas kloter terus melakukan koordinasi guna memastikan seluruh jemaah kembali ke hotel masing-masing dengan aman dan sesuai jadwal yang telah ditentukan pemerintah Arab Saudi. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti