RADAR BOGOR - Pemerintah Uruguay, resmi mengumumkan kebijakan bebas visa bagi warga negara Tiongkok yang memegang paspor biasa.
Keputusan yang diumumkan pada Kamis 5 Juni 2026 tersebut, dinilai sebagai langkah strategis untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi.
Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Uruguay, Mario Lubetkin, yang menegaskan bahwa kebijakan baru tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kerja sama dengan Tiongkok, salah satu mitra ekonomi paling penting bagi Uruguay saat ini.
Menurut Kementerian Luar Negeri Uruguay, warga negara Tiongkok nantinya dapat lebih mudah memasuki negara tersebut untuk berbagai keperluan, termasuk wisata, perjalanan bisnis jangka pendek, hingga kegiatan pertukaran budaya dan sosial.
Mario Lubetkin: Bebas Visa Cerminkan Komitmen Mempererat Kerja Sama
Dalam keterangannya, Mario Lubetkin selaku Menteri Luar Negeri Uruguay mengatakan, kebijakan pembebasan visa mencerminkan komitmen negaranya dalam membangun hubungan yang lebih erat dengan Beijing.
“Kebijakan ini menunjukkan keinginan Uruguay untuk terus memperkuat kerja sama dengan Tiongkok,” ujar Lubetkin saat mengumumkan keputusan tersebut pada 5 Juni.
Hubungan kedua negara memang terus menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.
Tidak hanya di bidang diplomasi, kerja sama juga semakin kuat dalam sektor perdagangan, investasi, infrastruktur, pertanian, peternakan, hingga pertukaran budaya.
Tiongkok Jadi Pasar Ekspor Terbesar Uruguay
Saat ini, Tiongkok tercatat sebagai pasar ekspor terbesar Uruguay sekaligus salah satu mitra dagang utama negara Amerika Selatan tersebut.
Permintaan tinggi dari pasar Tiongkok terhadap produk pertanian, daging, pangan, dan komoditas lainnya telah memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Uruguay.
Nilai perdagangan bilateral kedua negara juga terus meningkat dari tahun ke tahun.
Kondisi ini membuat Uruguay semakin berkepentingan untuk memperluas akses dan memperkuat konektivitas dengan Negeri Tirai Bambu, termasuk melalui kebijakan yang mempermudah mobilitas masyarakat dan pelaku usaha.
Wisatawan Tiongkok Jadi Target Baru Industri Pariwisata Uruguay
Keputusan menghapus visa juga dipandang sebagai peluang besar bagi sektor pariwisata Uruguay yang tengah berupaya menarik lebih banyak wisatawan internasional dari luar kawasan Amerika Latin.
Para pengamat menilai wisatawan asal Tiongkok memiliki potensi besar karena dikenal sebagai salah satu kelompok pelancong internasional dengan tingkat pengeluaran yang tinggi.
Sebelum pandemi Covid-19, jumlah warga Tiongkok yang melakukan perjalanan ke luar negeri mencapai ratusan juta orang setiap tahunnya.
Angka tersebut menjadikan Tiongkok sebagai salah satu pasar wisata terbesar di dunia.
Dengan kemudahan akses masuk, Uruguay berharap dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok sekaligus memperkuat sektor ekonomi yang terkait dengan industri perjalanan.
Tren Global: Banyak Negara Berlomba Tarik Wisatawan dan Investor Tiongkok
Kebijakan Uruguay dinilai sejalan dengan tren global yang saat ini berkembang di berbagai negara.
Banyak pemerintah mulai melonggarkan aturan visa untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Tiongkok sekaligus menarik wisatawan dan investor dari negara tersebut.
Di sisi lain, Pemerintah Tiongkok juga telah menerapkan berbagai kebijakan pembebasan dan penyederhanaan visa bagi warga negara dari sejumlah negara setelah pandemi Covid-19.
Langkah tersebut bertujuan mempercepat pemulihan sektor pariwisata serta meningkatkan aktivitas ekonomi lintas negara.
Para ahli meyakini kebijakan saling mempermudah perjalanan ini akan membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan perdagangan, investasi, dan pertukaran masyarakat antara kedua negara.
Peluang Investasi dan Bisnis Diperkirakan Meningkat
Selain sektor pariwisata, kebijakan bebas visa ini diyakini akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas bisnis dan investasi.
Kemudahan perjalanan akan membantu pelaku usaha dari kedua negara melakukan riset pasar, menjajaki peluang kerja sama, hingga mempercepat proses negosiasi investasi.
Langkah tersebut juga sejalan dengan strategi Uruguay yang terus berupaya mendiversifikasi mitra ekonomi serta menarik lebih banyak investasi asing guna mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Dengan hubungan dagang yang semakin kuat dan mobilitas yang lebih mudah, Uruguay berharap kerja sama dengan Tiongkok dapat memasuki babak baru yang lebih erat dan saling menguntungkan di masa mendatang. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti