RADAR BOGOR – Amerika Serikat bersiap menghadapi cuaca panas ekstrem yang diperkirakan melanda sebagian besar wilayah negara itu menjelang perayaan Hari Kemerdekaan pada 4 Juli.
Fenomena cuaca panas ekstrem tersebut diprediksi berdampak pada sekitar 120 juta penduduk dan berpotensi memecahkan rekor suhu di sejumlah daerah.
Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service/NWS) mengeluarkan peringatan cuaca panas ekstrem yang berlaku hingga Selasa 1 Juli 2026.
Wilayah terdampak membentang dari kawasan timur hingga bagian tengah Amerika Serikat.
Fenomena ini dipicu oleh heat dome, yakni kondisi atmosfer ketika massa udara panas terjebak di bawah tekanan tinggi sehingga suhu di permukaan bumi meningkat secara signifikan dan bertahan dalam waktu yang cukup lama.
Berdasarkan prakiraan NWS, suhu udara diperkirakan berada di kisaran 35 hingga 40,6 derajat Celsius.
Baca Juga: Buka 24 Jam! Steak Premium Mulai Rp79 Ribuan, Bonus Lasagna Bikin Makan Makin Puas
Namun, tingginya kelembapan membuat indeks panas atau heat index dapat terasa jauh lebih tinggi, yakni mencapai sekitar 38 hingga 46 derajat Celsius.
Puncak gelombang panas diprediksi terjadi pada Kamis di kawasan Midwest dan Lembah Mississippi.
Setelah itu, cuaca panas diperkirakan bergerak ke wilayah Lembah Ohio hingga Pantai Timur dan bertahan sampai akhir pekan.
Selain meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat suhu tinggi, otoritas cuaca juga memperingatkan bahwa beberapa daerah berpeluang mencatatkan rekor suhu harian baru.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan sejumlah wilayah mengalami suhu tertinggi sepanjang sejarah pengamatan.
Mengantisipasi dampak cuaca ekstrem tersebut, pemerintah daerah di berbagai kota mulai menyiapkan langkah mitigasi.
Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta memanfaatkan pusat pendinginan (cooling center) yang telah disediakan untuk mengurangi risiko sengatan panas.
Di New York, Wali Kota Zohran Mamdani mengaktifkan rencana tanggap darurat dengan membuka ratusan pusat pendinginan di berbagai lokasi mulai Rabu.
Langkah serupa juga diterapkan Pemerintah Kota Detroit, Michigan, yang menyediakan sejumlah fasilitas berpendingin udara sebagai tempat berlindung bagi warga selama suhu ekstrem berlangsung.
Gelombang panas ini diperkirakan turut memengaruhi penyelenggaraan sejumlah pertandingan Piala Dunia FIFA yang digelar di Amerika Serikat.
Baca Juga: Besok, Ada Gangguan Air di Bogor dari jam 1 Siang hingga 6 Sore, Ini Wilayah Terdampak
Serikat pemain sepak bola dunia, FIFPRO, menilai indeks panas di beberapa kota penyelenggara berpotensi melampaui ambang batas yang aman bagi kesehatan para pemain.
Negara bagian Texas diperkirakan menjadi salah satu wilayah dengan suhu tertinggi.
Kondisi tersebut dikhawatirkan tidak hanya berdampak pada atlet, tetapi juga para suporter yang melakukan perjalanan menuju stadion di Houston maupun Arlington.
Sebagai langkah antisipasi, penyelenggara FIFA World Cup Fan Festival di Philadelphia memindahkan sebagian area aktivitas ke dalam tenda yang dilengkapi pendingin udara guna mengurangi risiko paparan panas bagi para pengunjung.
Fenomena cuaca panas tidak hanya melanda Amerika Serikat. Kanada juga mulai merasakan dampaknya, terutama di Provinsi Ontario yang diperkirakan mengalami suhu hingga 37 derajat Celsius.
Pemerintah setempat bahkan telah mengeluarkan peringatan panas tingkat oranye di sejumlah wilayah sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi risiko kesehatan masyarakat.
Gelombang panas yang melanda Amerika Utara ini terjadi setelah sejumlah negara di Eropa lebih dahulu mengalami cuaca panas ekstrem dengan suhu yang memecahkan rekor dalam beberapa hari terakhir. (Rana/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin