RADAR BOGOR – Sebuah pesawat ringan menabrak Menara CITIC (China Zun), Gedung tertinggi di Beijing, China, pada Jum’at 26 Juni lalu.
Pilot yang menjadi satu-satunya orang di dalam pesawat ringan itu dilaporkan meninggal, sementara 13 orang lainnya mengalami luka-luka.
Hingga beberapa hari setelah kejadian, pemerintah China belum menjelaskan secara rinci penyebab maupun kronologi insiden pesawat ringan tersebut.
Mengutip BCC, pernyataan resmi yang diterbitkan media pemerintah Beijing Daily hanya berupa laporan singkat sekitar 60 kata yang memuat fakta dasar mengenai kecelakaan tersebut.
Rekaman video tabrakan maupun berbagai unggahan terkait insiden itu juga dilaporkan telah dihapus dari internet di China.
Bahkan, sejumlah foto Menara CITIC yang tidak berkaitan dengan kecelakaan disebut ikut menghilang dari media sosial.
Baca Juga: Spanyol Libas Austria 3-0, Brace Mikel Oyarzabal Antar La Roja ke Babak 16 Besar
BBC juga melaporkan sedikitnya tiga perusahaan penerbangan mengaku diminta menghentikan sementara operasi pesawat ringan.
Namun mereka enggan memberikan penjelasan lebih lanjut karena mengaku mendapat intruksi untuk tidak membahas insiden tersebut.
Peristiwa itu menjadi sorotan karena lokasi tabrakan berada hanya beberapa kilometer dari Zhongnanhai, kompleks pemerintahan yang menjadi pusat aktivitas para pemimpin tertinggi China.
Kawasan tersebut berada dalam zona larangan terbang permanen dengan pengawasan ruang udara yang sangat ketat.
Sejumlah analisis yang diwawancarai BCC menilai insiden tersebut merupakan peristiwa yang tidak biasa dan dapat memunculkan pertanyaan mengenai system keamanan wilayah udara Beijing.
Menurut Reymond Kuo, Wakil Presiden Riset Chicago Council on Global Affairs, penyebab kecelakaan masih belum diketahui.
Ia menyebut kemungkinan yang ada mulai dari ksalahan pilot, gangguan teknis, hingga kemungkinan tindakan yang disengaja, meski belum ada bukti yang mengarah pada salah satu penyebab tersebut.
Baca Juga: Rincian Besaran PKH per Komponen dan Jadwal Lengkap Penyaluran 2026
Pesawat yang terlibat dilaporkan merupakan Aurora SA60L, pesawat ringan bermesin tunggal dengan dua kursi buatan perusahaan China, Sunward Aircraft.
Pesawat ringan itu biasa digunakan untuk penerbangan rekreasi, wisata udara, maupun fotografi udara.
Hingga kini, otoritas China masih melakukan penyelidikan. Belum ada keterangan resmi yang menjelaskan bagaimana pesawat tersebut dapat memasuki wilayah udara Beijing yang selama ini dikenal memiliki pengamanan sangat ketat. (Rana/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin