Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Amerika Serikat Tak Perpanjang Masa Berlaku Perjanjian dengan Kanada - Meksiko

Yosep Awaludin • Sabtu, 4 Juli 2026 | 09:40 WIB
Kendaraan melintas di perbatasan Amerika Serikat - Kanada. (Foto: AFP, Getty Images, pinterest)
Kendaraan melintas di perbatasan Amerika Serikat - Kanada. (Foto: AFP, Getty Images, pinterest)

RADAR BOGOR – Pemerintah Amerika Serikat resmi memutuskan tidak memperpanjang masa berlaku Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) untuk periode 16 tahun berikutnya. 

Kendati demikian, Amerika Serikat menegaskan tidak keluar dari perjanjian perdagangan trilateral yang juga melibatkan Kanada dan Meksiko tersebut.

Dilansir dari BBC, keputusan ini sempat diprediksi akan memicu ketegangan baru di antara ketiga negara Amerika Utara.

Namun, fokus pemerintahan Amerika Serikat yang belakangan tersita oleh konflik dengan Iran membuat isu peninjauan USMCA tidak lagi menjadi perhatian utama.

Alih-alih mengambil langkah yang berpotensi memperkeruh hubungan dagang, Washington memilih pendekatan yang lebih hati-hati.

Pemerintah AS hanya memastikan perjanjian tersebut tidak diperpanjang untuk siklus 16 tahun berikutnya tanpa mencabut keikutsertaannya dalam kesepakatan tersebut.

Baca Juga: Healing Seru di Wisata Kampoeng Kita, Surganya Piknik Keluarga di Bekasi

Perwakilan Dagang Amerika Serikat, Jamieson Greer, menjelaskan bahwa kebijakan tarif yang diterapkan pemerintah telah mengubah dinamika perdagangan di kawasan Amerika Utara.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat langkah-langkah yang lebih konfrontatif tidak lagi dipandang sebagai kebutuhan.

Di sisi lain, BBC menilai kebijakan perdagangan yang semakin dipengaruhi pertimbangan politik berpotensi memberikan dampak terhadap industri otomotif Amerika Serikat.

Sektor tersebut diperkirakan menjadi salah satu bidang yang paling rentan menghadapi konsekuensi perubahan kebijakan.

Laporan yang sama juga menyoroti bahwa hubungan ekonomi dengan Kanada dan Meksiko tetap memiliki peran strategis bagi Amerika Serikat, terutama dalam menghadapi persaingan dagang dengan China.

Ketidakpastian di kawasan dinilai justru dapat melemahkan posisi Washington dalam kompetisi ekonomi global.

Mantan Duta Besar Meksiko untuk Amerika Serikat, Arturo Sarukhan, bahkan menilai setiap langkah yang mengganggu stabilitas perdagangan di Amerika Utara sama saja dengan tindakan yang merugikan kepentingan sendiri. Ia mengibaratkannya sebagai sebuah gol bunuh diri.

Sementara itu, proses negosiasi antara Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko masih terus berlangsung.

Berbeda dari berbagai prediksi sebelumnya, pembahasan berjalan relatif kondusif tanpa gejolak politik yang berarti.

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menegaskan pemerintahnya tidak akan tergesa-gesa menerima kesepakatan yang dinilai merugikan kepentingan nasional.

Baca Juga: Trekking ke Curug Puncak Pelangi, Wisata Tersembunyi di Wangun Sentul Bogor

Saat ini, Ottawa masih memfokuskan pembicaraan pada kebijakan tarif Amerika Serikat terhadap produk baja, aluminium, kendaraan, serta kayu asal Kanada.

Walaupun USMCA tetap berlaku, sejumlah komoditas dari Kanada masih dikenakan tarif impor oleh Amerika Serikat dengan besaran antara 10 hingga 50 persen.

Keputusan Washington untuk tidak memperpanjang USMCA secara otomatis mengawali masa peninjauan selama 10 tahun.

Apabila hingga berakhirnya periode tersebut tidak tercapai kesepakatan baru, maka perjanjian perdagangan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu akan resmi berakhir. (Rana/Tazkia)

Editor : Yosep Awaludin
#kanada #meksiko #amerika serikat