Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cuaca Panas Ekstrem di AS Makan Korban 25 Jiwa, New Jersey Paling Terdampak

Yosep Awaludin • Rabu, 8 Juli 2026 | 14:43 WIB
Ilustrasi cuaca panas ekstrem di Amerika Serikat.
Ilustrasi cuaca panas ekstrem di Amerika Serikat.

RADAR BOGOR – Gelombang cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Amerika Serikat dalam sepekan terakhir menimbulkan dampak serius.

Sedikitnya 25 orang dilaporkan meninggal dunia terdampak cuaca panas ekstrem, sementara puluhan juta penduduk masih berada dalam wilayah berstatus peringatan bahaya akibat suhu yang sangat tinggi.

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari berbagai sumber, negara bagian New Jersey menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa terbanyak, yakni mencapai 22 orang.

Sementara itu, satu korban meninggal dilaporkan terjadi di Illinois, sedangkan dua korban lainnya berasal dari Mississippi.

Selain menyebabkan korban jiwa, cuaca panas ekstrem juga memicu meningkatnya gangguan kesehatan di berbagai daerah. 

Di New York, ratusan warga dilaporkan menjalani perawatan di instalasi gawat darurat akibat penyakit yang dipicu oleh paparan panas berlebihan.

Baca Juga: Chelsea Bersedia Jual Garnacho, Nilainya Tembus Rp1,3 Triliun

Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service/NWS) menyatakan bahwa peringatan gelombang panas masih diberlakukan di sejumlah wilayah, terutama kawasan Pantai Timur Amerika Serikat.

Lembaga tersebut memperkirakan indeks panas di beberapa kota besar, termasuk Washington D.C. dan Philadelphia, dapat mencapai kisaran lebih dari 37 hingga 40 derajat Celsius, sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat.

Cuaca panas ekstrem tersebut juga memicu berbagai dampak lanjutan, mulai dari badai petir, banjir lokal, hingga pemadaman listrik di sejumlah wilayah. 

Bahkan, beberapa kota dilaporkan mencatat suhu tertinggi yang memecahkan rekor sehingga memperburuk kondisi di lapangan.

Para pakar kesehatan mengingatkan bahwa gelombang panas berkepanjangan dapat meningkatkan risiko penyakit serius, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, memperbanyak konsumsi air putih.

Serta memanfaatkan tempat yang sejuk guna menghindari risiko dehidrasi maupun serangan panas (heatstroke) selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#Cuaca Panas Ekstrem #meninggal dunia #amerika serikat