Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tragedi Ibu Kota Sepatu Dunia: Pabrik Terbakar, 28 Pekerja Meninggal Terjebak Asap

Yosep Awaludin • Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:20 WIB
Tangkapan layar dari video CGTN menunjukkan kepulan asap tebal dan kobaran api melalap pabrik sepatu di Jinjiang, Provinsi Fujian. (Foto:  akun X @newszg_official dan  @CGTNOfficial) 
Tangkapan layar dari video CGTN menunjukkan kepulan asap tebal dan kobaran api melalap pabrik sepatu di Jinjiang, Provinsi Fujian. (Foto:  akun X @newszg_official dan  @CGTNOfficial) 

RADAR BOGOR – Insiden maut melanda kawasan industri manufaktur di Kota Jinjiang, Provinsi Fujian, Tiongkok Timur, Kamis 9 Juli 2026.

Sebuah kompleks pabrik pembuatan alas kaki milik Huiteng Shoes Co., Ltd. hangus dilalap si jago merah hingga menewaskan sedikitnya 28 orang buruh yang tidak sempat menyelamatkan diri.

Bencana kemanusiaan ini memicu kepanikan luar biasa di area pabrik. Dalam rekaman video amatir yang beredar di jejaring sosial, kepulan asap tebal berwarna pekat terlihat mengurung bangunan bertingkat tersebut. 

Akibat tangga darurat yang sudah dipenuhi kobaran api, sejumlah pekerja yang terjebak terpaksa memanjat hingga ke atap gedung demi mendapatkan oksigen sambil melambaikan kain untuk memanggil bantuan tim penyelamat.

Otoritas pemadam kebakaran setempat harus menerjunkan sekitar 500 personel beserta puluhan armada pemadam untuk mengendalikan situasi. 

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, titik api diduga kuat berasal dari lantai dasar yang berfungsi sebagai gudang penyimpanan dan ruang produksi utama sekitar pukul 12.04 siang waktu setempat.

Baca Juga: Alberto Merino Jadi Pahlawan! Spanyol Lolos ke Semifinal dan Siap Hadapi Prancis

Banyaknya bahan baku industri yang rawan terbakar seperti material karet sol, tumpukan kain, busa, hingga bahan kimia perekat sepatu membuat kobaran api membesar dalam waktu sangat singkat dan menutup semua akses keluar gedung bagi 239 orang yang berada di lokasi. 

Dari jumlah tersebut, 213 orang berhasil dievakuasi, namun dua di antaranya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit akibat luka parah.

Sementara 26 pekerja yang sempat dinyatakan hilang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam reruntuhan.

Skala fatalitas yang tinggi dari peristiwa ini langsung memantik perhatian serius dari pemerintah pusat.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, segera menerbitkan instruksi khusus agar proses evakuasi dilakukan secara maksimal dan menuntut pengusutan tuntas atas tragedi ini.  

Pasca-kejadian, aparat kepolisian dilaporkan telah bergerak cepat dengan menahan pemilik perusahaan serta jajaran manajemen pabrik. 

Langkah tegas ini diambil guna menyelidiki adanya dugaan kelalaian dan pelanggaran standar keselamatan kerja (K3) di dalam lingkungan pabrik.

Di samping pembekuan rekening bank milik perusahaan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (Saniah/Tazkia)

Editor : Yosep Awaludin
#pabrik #tiongkok #kawasan industri