RADAR BOGOR – Cuaca ekstrem akibat amukan Topan Bavi memicu bencana banjir bandang yang sangat parah di wilayah utara dan timur laut China.
Provinsi Hebei dan Liaoning China dilaporkan lumpuh total setelah diterjang hujan lebat disertai angin kencang yang berlangsung sejak awal pekan ini.
Melansir rekaman video yang viral di berbagai media sosial pada Senin 13 Juli 2026, pemandangan mengerikan terlihat di jalan-jalan protokol yang berubah menjadi aliran sungai berarus deras.
Puluhan kendaraan roda empat hanyut tak terkendali hingga saling bertabrakan sebelum akhirnya terseret arus banjir yang sangat kuat.
Kondisi paling kritis dilaporkan terjadi di Kabupaten Kuancheng, Provinsi Hebei, China.
Di wilayah ini, ketinggian air dilaporkan melonjak drastis hingga melampaui dua meter di sejumlah titik jalan utama.
Baca Juga: 5 Kesalahan Fatal Pemula Mengendarai Motor Kopling, Jangan Sampai Kampasnya Cepat Aus
Ribuan Warga Terisolasi, Status Siaga Merah Diberlakukan
Media pemerintah China melaporkan bahwa banjir bandang yang datang begitu cepat membuat proses evakuasi berjalan dramatis.
Di Kuancheng saja, sedikitnya 1.800 warga dilaporkan terjebak dan terisolasi karena akses jalan sepenuhnya terputus oleh genangan air setinggi dada orang dewasa.
Merespons situasi darurat ini, otoritas berwenang di Provinsi Liaoning langsung menetapkan status Siaga Merah tingkat peringatan tertinggi dalam sistem mitigasi bencana di China terkait potensi banjir bandang susulan.
Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat terus dikerahkan ke titik-titik terparah untuk mengevakuasi warga yang bertahan di atap-atap rumah.
Pemerintah setempat juga mengimbau untuk tetap berada di tempat yang aman mengingat potensi bencana lanjutan berupa tanah longsor masih sangat tinggi seiring dengan belum redanya curah hujan. (Saniah/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin