RADAR BOGOR – Banjir bandang akibat curah hujan monsun yang tinggi menerjang wilayah timur Afghanistan dan menewaskan sedikitnya 20 orang. Selain itu, lebih dari 80 warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Dilansir dari media internasional Al Jazeera, banjir menerjang Provinsi Nuristan, Afghanistan dengan arus deras yang membawa lumpur dan bebatuan besar.
Bencana banjir Afghanistan itu menghancurkan permukiman warga, pusat pertokoan, serta sejumlah infrastruktur penting di kawasan tersebut.
Baca Juga: Gurih Pedas Bikin Nagih, Sate Taichan Senayan Masih Jadi Favorit Kuliner Malam Jakarta
Otoritas Manajemen Bencana Nasional Afghanistan (ANDMA) bersama pemerintah daerah mengungkapkan, wilayah yang terdampak paling parah berada di Parun, ibu kota Provinsi Nuristan yang berbatasan dengan Pakistan.
Arus banjir yang datang secara tiba-tiba menyebabkan kerusakan besar di kawasan perkotaan. Bahkan, Wali Kota Parun beserta beberapa pegawai pemerintah daerah dilaporkan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian.
Perwakilan organisasi masyarakat setempat, Ashiqullah Safi, menyebut banjir telah merobohkan balai kota, hotel, serta puluhan tempat usaha milik warga. Proses pencarian korban masih dilakukan secara manual karena keterbatasan alat berat di lokasi bencana.
Baca Juga: Madrid Berubah Jadi Lautan Merah, Jutaan Suporter Sambut Kepulangan Juara Piala Dunia Spanyol
Tim penyelamat bersama warga terus menyisir puing-puing bangunan untuk mencari korban yang diduga tertimbun maupun terseret arus.
Nuristan memang dikenal sebagai wilayah yang rawan bencana saat musim hujan. Namun, intensitas monsun tahun ini disebut memicu banjir dengan dampak yang jauh lebih besar.
Minimnya sistem peringatan dini dan keterbatasan infrastruktur turut memperparah kondisi sehingga proses evakuasi menjadi lebih sulit.
Baca Juga: Petani Kangkung di Kayumanis Bogor Sudah 2 Kali Gagal Panen pada Musim Kemarau
Bencana ini juga menjadi bagian dari gelombang cuaca ekstrem yang melanda kawasan Asia Selatan dalam beberapa pekan terakhir. Hujan deras dan tanah longsor dilaporkan turut menimbulkan korban jiwa di sejumlah negara, termasuk India bagian utara dan Nepal.
Saat ini, tim SAR dan petugas penanggulangan bencana masih berupaya menjangkau wilayah-wilayah terpencil di Nuristan.
Fokus utama penanganan diarahkan pada pencarian korban hilang, pemberian layanan medis bagi korban luka, serta penyediaan tempat penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Baca Juga: Sheryl Sheinafia Rilis Tenggelam, Lagu tentang Lelah Emosional yang Relate dengan Banyak Orang
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di kawasan Asia Selatan, sekaligus pentingnya kesiapsiagaan dan dukungan kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga