Serangan Udara Israel Kembali Hantam Gaza, Satu Keluarga Jadi Korban

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 09:40 WIB
Reruntuhan dan puing-puing gedung di Kota Gaza, Palestina, akibat serangan Israel. (Foto: X @HasanEssam29636 dan @mhdksafa)
Reruntuhan dan puing-puing gedung di Kota Gaza, Palestina, akibat serangan Israel. (Foto: X @HasanEssam29636 dan @mhdksafa)

RADAR BOGOR - Serangan udara militer Israel di Kota Gaza kembali memicu jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil.

Berdasarkan laporan resmi berita internasional dari Reuters, serangan yang terjadi pada Selasa dini hari itu menghantam sebuah rumah pemukiman di lingkungan Sabra, Kota Gaza, dan menewaskan seluruh anggota keluarga.

Pihak medis dan pejabat kesehatan Gaza mengonfirmasi bahwa korban meninggal adalah Firas Al-Masri, istrinya Salsabeel, serta empat anak mereka yang terdiri dari tiga putri dan satu putra.

Ledakan dahsyat dari serangan udara tersebut menyebabkan bangunan kediaman mereka terbakar hebat dan runtuh, sehingga menyulitkan proses evakuasi yang dilakukan oleh tim penyelamat setempat.

Militer Israel mengonfirmasi pelaksanaan serangan udara tersebut dengan menyatakan bahwa sasaran utamanya adalah seorang milisi Hamas yang terdeteksi di area pemukiman tersebut.

Meski demikian, pihak militer menyatakan masih terus meninjau hasil dan dampak dari serangan siber-militer yang berujung pada jatuhnya korban tewas dari pihak warga sipil tersebut.

Baca Juga: Penyebab Desil Bansos Naik Tiba-Tiba dan Cara Mengajukan Penurunan Desil

Saksi mata dan kerabat korban menceritakan bahwa ledakan terjadi sekitar pukul dua pagi ketika seluruh keluarga sedang tertidur lelap.

Video rekaman yang diperoleh Reuters memperlihatkan petugas pemadam kebakaran dan warga setempat berjuang menembus puing-puing bangunan yang hangus untuk mengeluarkan jenazah para korban.

Insiden berdarah ini menambah panjang daftar korban jiwa di Jalur Gaza sejak kesepakatan gencatan senjata yang didukung internasional mulai berlaku beberapa bulan lalu.

Menurut otoritas kesehatan setempat, lebih dari 1.150 warga Palestina sebagian besar merupakan wanita dan anak-anak, meninggal akibat serangan udara harian yang dilancarkan Israel selama periode gencatan senjata tersebut.

Tragedi yang menimpa keluarga Al-Masri semakin mempertegas betapa rentannya kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza saat ini.

Terus berulangnya serangan udara di tengah klaim gencatan senjata menunjukkan bahwa kedamaian yang stabil masih sangat jauh dari kenyataan bagi ribuan warga sipil yang terjebak di tengah konflik. (Angga/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
serangan udara gaza korban jiwa