RADAR BOGOR – Eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina Kembali memanas dan memakan korban jiwa.
Sebuah pameran teknologi drone pertahanan di dekat wilayah Kyiv, Ukraina, dihantam serangan rudal baliktik rusia.
Atas insiden mematikan tersebut, sedikitnya 10 orang dilaporkan meninggal dunia dan sekitas 100 orang lainnya mengalami luka-luka.
Menurut keteranga Presiden Ukraina, Yuri Ihnat, mengonfirmasi bahwa pasukan Rusia meluncurkan tiga rudal balistik dalam serangan tersebut, di mana system pertahanan udara Ukraina hanya mampu mencegat satu diantaranya.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia membenarkan peluncuran serangan tersebut.
Pihak Moskow mengklaim bahwa sasaran yang dihantam menggunakan senjata jarak jauh berpresisi tinggi itu merupakan fasilitas demonstrasi drone yang digunakan untuk menyasar infrastruktur sipil di wilayah Rusia.
Baca Juga: Warung Kopi Tepi Kalimalang, Rest Area Asik dengan View Sungai di Jembatan Siphon Cibeet
Peristiwa penyerangan pameran dron ini menuai kritik tajam dan kemarahan public di dalam negeri Ukraina.
Banyak pihak menyayangkan diselenggarakannya acara berskala public yang diduga diplubikasikan secara luas ditengah ancaman kecanggihan intelejen musuh.
Menanggapi keprihatinan tersebut, Presiden Zelensky beserta kejaksaan agung Ukraina mengonfirmasi telah membuka penyelidikan resmi.
Investigasi difokuskan untuk mengusut pihak penanggung jawab acara serta mengevaluasi standar prosedur keselamatan yang diterapkan.
Serangan ke pameran dron di luat kyiv ini diduga kuat merupakan balasan atas aksi militer Ukraina beberapa jam sebelumnya.
Pasukan Ukraina diketahui menghantam pabrik komponen peerbangan dan rudal di Kirov, Rusia, wilayah yang berjarak lebih dari 1.000 kilometer dari garis depan pertempuran.
Tak hanya itu, seranga Ukraina juga menyasar pusat logistic Gudang peritel online terbesar di Rusia, Wildberries, di wilayah ST. Petersburg.
Di tengah situasi perang yang kian memanas, Presiden Zelensky dijadwakan terbang ke Amerika Serikat guna bertemu dengan Presiden Donald Trump untuk membahas upaya diplomasi perdamaian antara Rusia dan Ukraina. (Rana/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin