IPO CXMT Meledak! Saham Produsen Chip Memori China Melonjak 470 Persen

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 14:20 WIB
Saham produsen chip memori CXMT melonjak 470 persen saat debut IPO. (Foto: reuters)
Saham produsen chip memori CXMT melonjak 470 persen saat debut IPO. (Foto: reuters)

RADAR BOGOR – Produsen chip memori asal Tiongkok, ChangXin Memory Technologies (CXMT), mencatat debut luar biasa di STAR Market Bursa Efek Shanghai.

Pada hari pertama perdagangan setelah penawaran umum perdana (IPO), harga saham perusahaan chip memori itu melesat hampir 470 persen, menjadikannya salah satu pencatatan saham paling mencolok tahun ini.

Kenaikan tajam itu langsung mendongkrak nilai kapitalisasi pasar CXMT hingga sekitar 3,3 triliun yuan atau setara USD 487 miliar.

Dengan capaian tersebut, perusahaan yang bermarkas di Hefei, Provinsi Anhui, dinobatkan sebagai emiten dengan nilai pasar terbesar di Tiongkok daratan.

Debut Impresif di Tengah Tekanan Pasar Global

Performa gemilang CXMT menjadi sorotan karena terjadi saat pasar saham teknologi global masih menghadapi tekanan akibat aksi jual investor dalam beberapa pekan terakhir.

Keberhasilan IPO ini juga menjadi kabar positif bagi pemerintah Tiongkok yang tengah berupaya memulihkan kepercayaan pasar melalui berbagai kebijakan.

Baca Juga: Bakmi Kapten 88, Kuliner Khas Pontianak yang Viral, Racikan Resep Warisan Sejak 1980

Sebelumnya, gejolak di pasar saham disebut telah memangkas kapitalisasi pasar hingga sekitar USD 1,5 triliun.

Analis: Saham yang Beredar Terbatas Jadi Pemicu Lonjakan

Direktur Strategi Investasi di Hargreaves Lansdown, Anna Macdonald, menilai lonjakan harga saham CXMT tidak terlepas dari terbatasnya jumlah saham yang dilepas ke publik.

"Kenaikan harga yang sangat signifikan dipengaruhi oleh kecilnya porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan. Hanya sekitar 7 persen dari total saham perusahaan yang dilepas ke pasar, sehingga permintaan investor jauh melampaui pasokan," jelas Anna.

Selain faktor teknis tersebut, tingginya minat investor juga mencerminkan optimisme terhadap perkembangan industri semikonduktor dalam negeri yang terus mendapat dukungan dari pemerintah Beijing.

China Perkuat Industri Chip Nasional

Antusiasme investor terhadap CXMT dinilai sejalan dengan strategi pemerintah Tiongkok yang terus mendorong kemandirian industri teknologi, khususnya sektor semikonduktor, agar tidak bergantung pada pemasok dari luar negeri.

Saat ini, pasar chip memori Dynamic Random Access Memory (DRAM) secara global masih didominasi oleh tiga perusahaan besar, yakni Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron. Ketiganya menguasai sekitar 90 persen pangsa produksi DRAM dunia.

Permintaan Chip AI Dorong Harga Memori Terus Naik

Meningkatnya kebutuhan chip untuk teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) turut mendorong lonjakan harga komponen memori global.

Dalam beberapa bulan terakhir, harga chip memori dilaporkan meningkat lebih dari dua kali lipat dan diperkirakan masih akan terus mengalami kenaikan.

Analis riset teknologi dari TrendForce, Ellie Wong, memperkirakan tren positif tersebut berpotensi berlanjut hingga setidaknya akhir 2027.

Baca Juga: Resep Chicken Teriyaki Ala Rumahan, Ayam Juicy dengan Saus Gurih Manis yang Meresap

"Kelangkaan pasokan membuat banyak produsen perangkat elektronik mulai mencari alternatif pemasok chip memori. Situasi ini membuka peluang besar bagi CXMT untuk memperluas pangsa pasarnya di industri global," ujar Ellie.

Dana IPO Difokuskan untuk Produksi dan Riset

Manajemen CXMT menyatakan dana yang diperoleh dari hasil penawaran saham perdana akan dimanfaatkan untuk memperbesar kapasitas produksi chip memori sekaligus memperkuat kegiatan riset dan pengembangan (R&D).

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri semikonduktor dunia yang semakin ketat, sekaligus memperkuat posisi CXMT sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan teknologi chip memori global. (Rana/Tazkia)

Editor : Yosep Awaludin
chip memori tiongkok bursa efek