Dunia Pendakian Berduka, Pendaki Legendaris Nirmal Purja Meninggal Diterjang Longsoran Salju

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 09:20 WIB
Potret Pendaki Legendaris Nimal Purja. (Foto: Akun Instagram @nimsdai) 
Potret Pendaki Legendaris Nimal Purja. (Foto: Akun Instagram @nimsdai) 

RADAR BOGOR – Kabar duka datang dari dunia pendakian gunung internasional. Pendaki legendaris asal Nepal yang juga berkewarganegaraan Inggris, Nirmal Purja, meninggal dunia setelah rombongan ekspedisi yang dipimpinnya diterjang longsoran salju di Gunung Broad Peak, Gilgit-Baltistan, Pakistan.

Informasi tersebut diumumkan oleh perusahaan ekspedisi milik Nirmal Purja, Elite Exped, setelah proses pencarian mengungkap lokasi terjadinya kecelakaan di gunung dengan ketinggian 8.051 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dalam pernyataan resminya, Elite Exped menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya sang pendaki.

Pihak perusahaan menyebut Nirmal Purja meninggal akibat longsoran salju yang terjadi saat memimpin pendakian di Broad Peak.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis 30 Juli 2026 sekitar pukul 09.30 waktu setempat.

Saat itu, rombongan tengah bergerak menuju puncak dan berada di ketinggian sekitar 6.600 meter, tepatnya di jalur antara Camp 2 dan Camp 3, ketika longsoran salju berskala besar menghantam lereng gunung hingga menimbun para pendaki.

Baca Juga: Mohon Maaf, Bansos Tahap 3 Dialihkan Jika KPM Masuk 3 Kriteria Ini

Sebelum komunikasi terputus, perangkat pelacak GPS yang dibawa tim sempat merekam penurunan ketinggian secara drastis hanya dalam hitungan detik. Setelah itu, seluruh sinyal dari rombongan hilang.

Ekspedisi tersebut diikuti 10 orang yang terdiri atas enam pendaki sekaligus pemandu asal Nepal serta peserta internasional dari Pakistan, Amerika Serikat, Oman, dan China. Seluruh anggota tim dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi tersebut.

Kepergian Nirmal Purja yang berusia 43 tahun bersama lima pemandu gunung (Sherpa) asal Nepal menjadi kehilangan besar bagi komunitas pendakian dunia.

Sosok Nirmal dikenal luas berkat semboyannya, "Giving up is not in the blood", yang mencerminkan semangat pantang menyerah dalam setiap ekspedisi.

Salah satu korban lainnya adalah Kili Pemba Sherpa (46), pendaki berpengalaman yang baru menuntaskan pencapaian Grand Slam dengan menaklukkan 14 gunung berketinggian di atas 8.000 meter.

Ia juga dikenal aktif membantu para pendaki disabilitas mewujudkan impian mencapai puncak Gunung Everest.

Korban lain yang turut gugur ialah Pur Bahadur Gurung (37), pemandu gunung senior yang mengantongi sertifikasi internasional IFMGA.

Selain mereka, tiga pemandu Nepal lainnya, yakni Gyaljen Sherpa, Nima Sherpa (36), dan Nawang Thindu Sherpa, juga dipastikan menjadi korban dalam musibah tersebut.

Nama Nirmal Purja telah lama dikenang sebagai salah satu pendaki terbaik dunia. Pada 2019, ia mencetak sejarah dengan menaklukkan 14 puncak gunung tertinggi di dunia hanya dalam waktu 189 hari atau sekitar enam bulan.

Baca Juga: Gempa M 3,4 Guncang Kabupaten Bogor Dini Hari, BMKG Catat Tiga Gempa Susulan

Dua tahun kemudian, ia kembali mencatat prestasi sebagai bagian dari tim pertama yang berhasil mencapai puncak Gunung K2 pada musim dingin, sebuah pencapaian yang sebelumnya belum pernah diraih.

Ucapan belasungkawa turut disampaikan Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah. Ia menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Nirmal Purja dan para anggota ekspedisi lainnya.

Menurutnya, meski perjalanan para pendaki hebat tersebut telah berakhir, dedikasi, keberanian, dan inspirasi yang mereka tinggalkan akan terus dikenang serta menjadi motivasi bagi generasi pendaki di seluruh dunia. (Saniah/Tazkia)

Editor : Yosep Awaludin
Nirmal Purja gunung pendaki pakistan