RADAR BOGOR — Korea Selatan tengah menghadapi gelombang panas ekstrem. Suhu udara yang melonjak hingga 42,5 derajat Celsius membuat pemerintah mengambil langkah serius dengan menetapkan gelombang panas sebagai bencana nasional.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung meminta seluruh jajaran pemerintah memperkuat penanganan dan perlindungan terhadap masyarakat, terutama kelompok rentan yang memiliki risiko lebih tinggi akibat gelombang panas.
Arahan tersebut disampaikan dalam rapat kabinet pada Selasa, 4 Agustus waktu setempat. Pemerintah Korea Selatan diminta meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memastikan bantuan dan perlindungan dapat diberikan kepada masyarakat yang terdampak.
Baca Juga: Indocement Bangun Lapangan Sepak Bola di Desa Bantarjati Bogor
Gelombang panas yang terjadi di berbagai wilayah Korea Selatan telah menimbulkan dampak serius. Hingga awal Agustus, sedikitnya 19 orang dilaporkan meninggal dunia akibat kondisi cuaca panas ekstrem.
Sementara itu, Badan Meteorologi Korea Selatan mencatat lonjakan suhu yang signifikan pada Minggu, 3 Agustus 2026. Kota Yangsan di wilayah tenggara bahkan mencatat suhu mencapai 42,5°C.
Angka tersebut menjadi suhu tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah pengamatan cuaca Korea Selatan. Rekor itu tercatat setelah sistem observasi cuaca di negara tersebut berjalan selama lebih dari 120 tahun.
Baca Juga: Nominal Bansos PKH Tahap 3 Bisa Lebih Besar, Ternyata Ditentukan Komponen Ini
Penetapan gelombang panas sebagai bencana nasional diharapkan dapat mempercepat berbagai langkah penanganan di lapangan.
Pemerintah menyiapkan fasilitas pendingin, bantuan bagi masyarakat terdampak, serta memperkuat kesiapan layanan kesehatan.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan selama periode cuaca ekstrem. Otoritas setempat mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan, mencukupi kebutuhan cairan, dan melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas.
Baca Juga: Jenal Mutaqin Temui Remaja Berjenis Kelamin Ganda di Tanah Baru Bogor, Kawal hingga Sembuh
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah Korea Selatan karena suhu ekstrem diperkirakan dapat memberikan dampak lebih besar terhadap kesehatan masyarakat apabila tidak diantisipasi dengan baik. (Saniah/Tazkia)
Editor : Rani Puspitasari Sinaga