Topan Dolphin Terjang Jepang : 260 Ribu Warga Diungsikan, 500 Penerbangan Lumpuh Total

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Topan Dolpin terjang Jepang. (Foto: akun X @Top_Disaster) 
Topan Dolpin terjang Jepang. (Foto: akun X @Top_Disaster) 

RADAR BOGOR – Badai dahsyat kembali mengancam daratan Jepang. Topan Dolphin yang berkategori 1 dilaporkan bergerak cepat mendekati wilayah barat daya Negeri Sakura tersebut pada Jumat 7 Agustus 2026.

Ancaman cuaca ekstrem Topan Dolphin ini memaksa otoritas setempat mengeluarkan perintah evakuasi bagi hampir 260.000 penduduk di Prefektur Kagoshima dan Okinawa.

Tidak hanya mengancam keselamatan warga, Topan Dolphin ini juga melumpuhkan aktivitas transportasi.

Lebih dari 500 jadwal penerbangan terpaksa dibatalkan, sementara sektor industri manufaktur ikut terdampak serius.

Penerbangan Batal, Pabrik Otomotif Tutup Sementara

Berdasarkan data Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency / JMA), Topan Dolphin bergerak di antara gugusan kepulauan Kyushu dan Okinawa. 

Badai ini membawa kecepatan angin maksimum mencapai 144 kilometer per jam, dengan hembusan angin (gust) hingga 198 kilometer per jam.

Baca Juga: Ayah Lionel Messi Meninggal Dunia, Jorge Messi Sosok Penting di Balik Karier Sang Megabintang

Imbas dari badai tersebut, aktivitas lalu lintas udara di sejumlah bandara wilayah selatan runtuh. 

Tercatat sedikitnya 500 penerbangan dibatalkan sepanjang Jumat (7/8) demi menghindari risiko kecelakaan penerbangan.

Dampak badai ini juga menjangkau sektor ekonomi. Raksasa otomotif dunia, Toyota, terpaksa menghentikan sementara operasional di sedikitnya sembilan pabrik mereka yang tersebar di wilayah terdampak.

Ancaman Hujan Ekstrem dan Risiko Bencana Susulan

Pihak JMA mengimbau masyarakat untuk tetap bersiaga penuh. JMA memprediksi terbentuknya linear rainband atau barisan awan kumulonimbus memanjang yang berpotensi memicu hujan lebat tanpa henti, badai petir, hingga banjir bandang dan tanah longsor.

Kondisi ini kian memprihatinkan lantaran sebagian wilayah Kyushu, khususnya Prefektur Kumamoto, saat ini masih dalam tahap pemulihan pasca-diguncang gempa bumi kuat bermagnitudo 7,1 pekan lalu.

Struktur tanah yang melunak akibat gempa meningkatkan potensi terjadinya tanah longsor saat diterjang hujan deras.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Jepang terus mengimbau warga di zona merah evakuasi untuk segera menuju pusat-pusat pengungsian terdekat sebelum puncaknya badai menerjang wilayah permukiman. (Saniah/Tazkia)

Editor : Yosep Awaludin
Topan Dolphin jepang badai