RADAR BOGOR – Kebakaran hutan hebat melanda kawasan Los Gallardos, Provinsi Almería, Spanyol bagian selatan.
Bencana yang berlangsung di tengah cuaca panas dan kering itu, menyebabkan 14 orang meninggal dunia serta menghanguskan ribuan hektare hutan dan lahan di Spanyol.
Kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi pada 9 Juli 2026. Api kemudian dengan cepat meluas ke sejumlah wilayah di sekitar Los Gallardos Spanyol, termasuk kawasan Bedar.
Pergerakan api semakin sulit dikendalikan karena kondisi cuaca yang panas dan kering.
Tiupan angin juga membuat kobaran api menyebar lebih cepat sehingga petugas pemadam kebakaran menghadapi tantangan besar dalam melakukan penanganan.
Ancaman kebakaran yang semakin mendekati permukiman membuat sejumlah warga harus dievakuasi.
Baca Juga: Shopee Gandeng Instagram, Kreator Kini Bisa Raup Komisi
Mereka meninggalkan rumah untuk menuju lokasi yang dinilai lebih aman ketika api mulai bergerak ke kawasan penduduk dan area lain di sepanjang jalur penyebaran kebakaran.
Jumlah korban meninggal dunia dalam bencana tersebut kemudian mencapai 14 orang.
Salah satu korban terakhir diketahui merupakan seorang perempuan yang sebelumnya mengalami luka bakar serius.
Perempuan tersebut sempat menjalani perawatan medis setelah mengalami luka bakar akibat kebakaran.
Namun, beberapa pekan setelah peristiwa berlangsung, kondisinya memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Petugas membutuhkan waktu beberapa hari untuk menangani kebakaran. Selain memadamkan titik api, proses penanganan juga dilanjutkan dengan pendinginan guna memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kobaran baru.
Setelah melalui operasi pemadaman yang cukup panjang, kebakaran akhirnya berhasil dikendalikan.
Berdasarkan perkiraan dampak kebakaran, area yang terdampak mencapai sekitar 5.200 hektare.
Wilayah tersebut mencakup kawasan hutan, lahan pertanian, hingga area yang berada di sekitar permukiman warga.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran di Almería masih dalam proses penyelidikan.
Baca Juga: Kenapa Hanya KPM Desil 1-4 yang Dapat Bansos Tambahan? Cek Penjelasannya
Pihak berwenang masih mengumpulkan informasi dan menelusuri kemungkinan sumber awal munculnya api.
Sejumlah dugaan terkait asal mula kebakaran memang telah beredar, tetapi belum dapat dipastikan sebagai penyebab resmi sebelum investigasi selesai.
Bencana tersebut terjadi saat Spanyol dan sejumlah wilayah Eropa lainnya menghadapi periode cuaca panas dan kering.
Suhu tinggi membuat kelembapan vegetasi menurun sehingga pepohonan dan tanaman menjadi lebih mudah terbakar.
Kondisi angin turut menjadi faktor yang memperbesar risiko. Ketika api sudah muncul, hembusan angin dapat membantu mempercepat pergerakan kobaran menuju wilayah lain.
Dampak kebakaran pun tidak hanya dirasakan masyarakat yang harus meninggalkan rumah.
Lahan pertanian, kawasan hutan, habitat satwa liar, serta lingkungan di sekitar lokasi kebakaran juga mengalami ancaman dan kerusakan.
Setelah situasi dinilai lebih aman, warga yang sebelumnya mengungsi mulai diperbolehkan kembali secara bertahap.
Baca Juga: Viral di Puncak Bogor! Go-Luge Jadi Wahana Favorit Baru Buat Pecinta Adrenalin
Mereka kemudian melakukan pembersihan terhadap area rumah dan lingkungan yang terdampak kebakaran.
Meski demikian, kewaspadaan masih diperlukan. Cuaca panas dan kering yang belum sepenuhnya berakhir tetap berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran baru di wilayah rawan.
Peristiwa kebakaran hutan di Almería kembali menunjukkan besarnya ancaman yang dapat muncul ketika suhu tinggi berpadu dengan kondisi lingkungan yang kering.
Pemerintah bersama petugas pemadam kebakaran Spanyol pun terus meningkatkan pemantauan di sejumlah kawasan yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi selama periode musim panas. (Ara/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin