RADAR BOGOR – Kolombia dilanda duka setelah gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang wilayah barat negara tersebut pada Senin pagi, 10 Agustus 2026. Bencana itu menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah dan menewaskan sedikitnya 111 orang.
Pusat gempa di Kolombia dilaporkan berada di sekitar San José del Palmar, Provinsi Chocó, sekitar 240 kilometer sebelah barat Bogotá.
Gempa Kolombia terjadi pada kedalaman lebih dari 100 kilometer di bawah permukaan tanah.
Baca Juga: Bojonggede Mulai Dinilai, Tim DLH Bogor Cek Langsung Kebersihan Wilayah
Getaran kuat dirasakan hingga sejumlah kota, termasuk Cali, Pereira, Manizales, Armenia, dan Quibdó. Guncangan bahkan terasa sampai ke negara tetangga, seperti Ekuador dan Panama.
Kuatnya gempa membuat sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Sebagian bangunan dilaporkan retak, roboh sebagian, hingga runtuh. Warga yang panik langsung meninggalkan rumah dan gedung untuk mencari tempat yang lebih aman.
Cali menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah. Sedikitnya 30 bangunan dilaporkan runtuh. Kerusakan juga terjadi pada sebuah rumah sakit hingga menyebabkan sejumlah pasien sempat terjebak di dalam bangunan.
Baca Juga: Pertalite Bakal Dibatasi, Kendaraan dari Kategori Ini Berpotensi Tak Lagi Bisa Beli BBM Subsidi
Di Manizales, dua orang dilaporkan meninggal dunia. Salah satu menara katedral di kota tersebut juga mengalami kerusakan hingga ambruk dan menimpa bagian dalam bangunan gereja.
Tim penyelamat langsung bergerak ke sejumlah lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban.
Hingga laporan terbaru, korban meninggal dunia telah mencapai sedikitnya 111 orang. Jumlah tersebut masih dapat berubah karena proses pencarian dan pendataan masih berlangsung.
Selain korban jiwa, lebih dari 1.500 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang beragam. Sejumlah fasilitas publik, termasuk pusat kesehatan dan sekolah, turut terdampak akibat guncangan.
Baca Juga: Pagi Ini Sejumlah Tol Jakarta Macet, Dalkot hingga Jagorawi Dipadati Kendaraan
Beberapa bandara di kawasan terdampak juga sempat ditutup sementara untuk memastikan kondisi fasilitas dan keamanan penerbangan. Setelah dilakukan pemeriksaan, sejumlah layanan bandara kembali beroperasi.
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella langsung mengambil langkah penanganan darurat setelah bencana terjadi. Pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk mempercepat distribusi bantuan serta penanganan di wilayah yang terdampak paling parah.
Para ahli geologi juga mengingatkan adanya kemungkinan gempa susulan dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta tetap waspada dan tidak langsung memasuki bangunan yang mengalami kerusakan karena kondisi strukturnya dapat menjadi tidak stabil.
Baca Juga: MMPI Sekolah Pascasarjana Unida Bogor Borong Penghargaan di Temu Tahunan PPMPI ke-13
Gempa tersebut disebut sebagai salah satu gempa terkuat yang mengguncang Kolombia dalam satu dekade terakhir. Hingga kini, proses pencarian korban, evakuasi, serta pendataan kerusakan masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Pemerintah dan masyarakat Kolombia pun mulai menghadapi proses pemulihan setelah bencana gempa besar yang meninggalkan kerusakan di berbagai wilayah tersebut. (Ara/Tazkia)
Editor : Rani Puspitasari Sinaga