Kapal Kargo Tihamah Diserang Rudal di Laut Merah, 6 Orang Meninggal Termasuk WNI

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:20 WIB
Ilustrasi kapal kargo diserang dengan rudal di Laut Merah pada Selasa, 11 Agustus 2026. (Foto : Reuters)
Ilustrasi kapal kargo diserang dengan rudal di Laut Merah pada Selasa, 11 Agustus 2026. (Foto : Reuters)

RADAR BOGOR – Keamanan pelayaran internasional di kawasan Laut Merah kembali mendapat sorotan setelah kapal kargo Tihamah diserang rudal saat melintasi Selat Bab el-Mandeb, di perairan lepas pantai Yaman, Selasa 11 Agustus 2026.

Serangan di Laut Merah itu menewaskan sedikitnya enam orang dan menyebabkan sejumlah awak kapal serta petugas penyelamat mengalami luka-luka. 

Insiden berlangsung ketika Tihamah, kapal kargo kecil berbendera Tanzania, tengah berlayar di Laut Merah dari Pelabuhan al-Mokha menuju perairan dekat Pulau Perim.

Kapal yang dikelola perusahaan asal Mesir dan Yaman itu dilaporkan menjadi sasaran serangan menggunakan tiga rudal balistik, berdasarkan informasi dari Kementerian Transportasi Yaman.

Serangan pertama mengakibatkan kapal terbakar. Empat orang awak kapal dilaporkan meninggal dunia, terdiri atas tiga warga negara Pakistan dan satu warga negara Indonesia (WNI).

Situasi kembali memburuk ketika tim pencarian dan penyelamatan datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Baca Juga: PKH BPNT Tahap 3 2026 Belum Masuk KKS, Begini Cara Cek Status dan Penyebabnya

Kapal tersebut kembali menjadi sasaran serangan untuk kedua kalinya hingga menyebabkan dua petugas penyelamat tewas saat menjalankan tugas.

Selain enam korban meninggal dunia, sedikitnya 10 orang mengalami luka-luka. Mereka terdiri dari tujuh awak kapal, dua personel penjaga pantai, serta seorang anggota tim penyelamat.

Houthi Klaim Bertanggung Jawab

Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dalam pernyataannya, kelompok itu menyebut kapal yang menjadi sasaran diduga membawa perlengkapan militer yang ditujukan untuk Arab Saudi.

Namun, dalam klaim awal tersebut, Houthi tidak menyebut nama kapal yang diserang secara langsung.

Identitas kapal kemudian diketahui sebagai Tihamah berdasarkan sejumlah indikator, termasuk karakteristik bagian dek dan susunan tiang kapal.

Data pelacakan perjalanan kapal serta informasi dari sejumlah sumber keamanan maritim turut digunakan untuk memastikan identitasnya.

Serangan terhadap Tihamah menjadi perhatian besar karena tercatat sebagai salah satu serangan paling mematikan terhadap kapal dagang yang dilakukan Houthi sejak eskalasi konflik antara Iran dan sejumlah negara di kawasan meningkat pada akhir Februari 2026.

Selat Bab el-Mandeb Jadi Jalur Vital Perdagangan Dunia

Selat Bab el-Mandeb memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan internasional.

Perairan tersebut menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden, sekaligus menjadi rute penting bagi kapal yang melakukan perjalanan antara Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.

Baca Juga: Akhirnya Bansos Tahap 3 Cair Merata Hari Ini, KPM Wilayah Ini Buruan Cek KKS

Ancaman keamanan yang terus meningkat di kawasan tersebut turut berdampak terhadap aktivitas pelayaran.

Setelah Houthi mengumumkan blokade terhadap jalur pelayaran menuju Arab Saudi pada bulan lalu, jumlah kapal yang melintasi Bab el-Mandeb disebut mengalami penurunan.

Jika sebelumnya rata-rata terdapat sekitar 50 kapal per hari, angka tersebut kini turun menjadi sekitar 32 kapal per hari.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran baru mengenai keselamatan para awak kapal sekaligus kelancaran distribusi barang melalui salah satu jalur perdagangan paling penting di dunia.

Sejumlah negara yang memiliki kepentingan terhadap jalur pelayaran Laut Merah juga meningkatkan pengawasan dan pemantauan keamanan di sepanjang rute tersebut guna mengantisipasi serangan berikutnya.

Sementara itu, penyelidikan mengenai serangan terhadap Tihamah masih berjalan. Otoritas terkait masih berupaya mengungkap kronologi lengkap kejadian serta memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam serangan di Selat Bab el-Mandeb.(Ara/Tazkia)

Editor : Yosep Awaludin
Laut Merah Kapal kargo Rudal