RADAR BOGOR – Situasi keamanan di Semenanjung Korea kembali memanas setelah Korea Utara meluncurkan rudal balistik dari wilayah pesisir timurnya, Selasa 11 Agustus 2026 pagi.
Peluncuran rudal oleh Korea Utara ini menjadi yang kedua dalam waktu kurang dari sepekan dan terjadi menjelang latihan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan.
Militer Korea Selatan melaporkan rudal Korea Utara tersebut diluncurkan dari sekitar wilayah Wonsan pada pukul 06.00 waktu setempat.
Proyektil itu disebut melaju lebih dari 700 kilometer dengan mencapai ketinggian sekitar 90 kilometer sebelum jatuh ke perairan di antara Semenanjung Korea dan Jepang.
Rudal balistik tersebut dilaporkan mendarat di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang.
Peluncuran terbaru ini semakin memunculkan dugaan bahwa Pyongyang tengah memberikan respons terhadap rencana latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan yang akan segera berlangsung.
Baca Juga: Cuma Butuh 3 Hari! Single Jepang ILLIT Sabet Sertifikasi Gold dari RIAJ
Korea Utara Tolak Latihan Ulchi Freedom Shield
Latihan militer bertajuk Ulchi Freedom Shield (UFS) dijadwalkan digelar pada 17 hingga 27 Agustus 2026.
Agenda tahunan tersebut menjadi salah satu latihan gabungan terbesar antara AS dan Korea Selatan untuk menguji kesiapan pasukan dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman keamanan di kawasan.
Korea Utara selama ini menentang pelaksanaan latihan tersebut. Pyongyang berulang kali menuding latihan gabungan AS dan Korea Selatan sebagai persiapan untuk melakukan invasi ke wilayahnya.
Sementara itu, Washington dan Seoul membantah tudingan tersebut. Kedua negara menyatakan Ulchi Freedom Shield merupakan latihan yang bersifat defensif dan ditujukan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi potensi ancaman, bukan sebagai persiapan menyerang Korea Utara.
Jepang Layangkan Protes
Peluncuran rudal terbaru Korea Utara juga mendapat respons dari Jepang. Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengecam tindakan Pyongyang dan menyampaikan keberatan pemerintah Tokyo melalui jalur diplomatik.
Di sisi lain, militer Korea Selatan kini memperketat pemantauan terhadap aktivitas Korea Utara.
Seoul juga melakukan koordinasi dengan Amerika Serikat dan Jepang untuk mengidentifikasi secara lebih mendalam jenis rudal yang diluncurkan, termasuk kemampuan serta karakteristik teknologinya.
Sampai saat ini, pemerintah Korea Utara belum menyampaikan penjelasan resmi mengenai tujuan maupun alasan di balik peluncuran rudal tersebut.
Uji Coba Rudal Diprediksi Berlanjut
Sejumlah pengamat menilai aktivitas uji coba senjata Korea Utara kerap meningkat menjelang atau selama berlangsungnya latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan.
Baca Juga: PKH BPNT Tahap 3 2026 Belum Masuk KKS, Begini Cara Cek Status dan Penyebabnya
Pola tersebut telah beberapa kali terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pyongyang biasanya menggunakan latihan gabungan kedua negara sebagai salah satu alasan untuk menunjukkan kemampuan militernya sekaligus menyampaikan pesan politik kepada Washington dan Seoul.
Dengan pelaksanaan Ulchi Freedom Shield yang tinggal beberapa hari lagi, perhatian negara-negara di kawasan kini tertuju pada kemungkinan adanya peningkatan aktivitas militer Korea Utara.
Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang pun diperkirakan akan terus memperkuat koordinasi serta pemantauan guna mengantisipasi perkembangan situasi keamanan di Semenanjung Korea dalam beberapa pekan mendatang.(Ara/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin