RADAR BOGOR – Aktivitas vulkanik Gunung Etna kembali berdampak terhadap mobilitas udara di Sisilia, Italia.
Gunung berapi yang berada di dekat Kota Catania tersebut mengeluarkan abu vulkanik sehingga operasional penerbangan di kawasan sekitar ikut terdampak.
Gangguan paling terasa terjadi di Bandara Catania-Fontanarossa. Otoritas bandara perlu melakukan penyesuaian terhadap lalu lintas penerbangan.
Pasalnya keberadaan abu vulkanik di udara dapat mengurangi jarak pandang sekaligus menimbulkan risiko bagi pesawat yang melintas di sekitar Gunung Etna.
Sejumlah penerbangan yang semula dijadwalkan mendarat di Catania mengalami perubahan jadwal. Sebagian penerbangan lainnya bahkan harus dialihkan menuju bandara alternatif.
Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari maupun menuju Catania pun diminta terus memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.
Baca Juga: KKS Lama Ikut Cair! Bansos PKH Tahap 3 Masuk ke Rekening Bank Ini
Abu Gunung Etna Ganggu Perjalanan Wisatawan
Gangguan penerbangan tersebut terjadi ketika Sisilia tengah memasuki periode ramai wisatawan.
Musim panas menjadi salah satu waktu favorit pelancong dari berbagai negara untuk berkunjung ke wilayah tersebut.
Wisatawan datang untuk menikmati panorama pantai, kota-kota bersejarah, sekaligus melihat Gunung Etna yang menjadi salah satu ikon alam Sisilia.
Perubahan jadwal penerbangan tentu memberikan dampak bagi wisatawan yang telah menyusun rencana perjalanan.
Sebagian penumpang harus menunggu lebih lama di bandara, sedangkan lainnya perlu menggunakan transportasi darat setelah penerbangannya dialihkan ke bandara lain.
Kondisi tersebut membuat perjalanan menuju maupun meninggalkan Catania membutuhkan penyesuaian tambahan.
Abu Vulkanik Berbahaya bagi Pesawat
Abu yang dikeluarkan gunung berapi tidak dapat dianggap sebagai debu biasa. Partikel vulkanik berukuran sangat kecil yang berada di atmosfer berpotensi mengganggu kinerja mesin pesawat apabila pesawat memasuki wilayah dengan konsentrasi abu yang tinggi.
Karena faktor keselamatan tersebut, lalu lintas penerbangan di sekitar Gunung Etna harus mengikuti arahan serta perkembangan informasi dari otoritas penerbangan.
Kondisi abu vulkanik juga dapat berubah dengan cepat bergantung pada aktivitas gunung dan arah angin.
Karena itu, pembatasan penerbangan maupun pengalihan rute dapat diberlakukan sesuai situasi terbaru.
Baca Juga: Pekan Kedua Eredivisi, Excelsior hadapi PSV Minggu 16 Agustus 2026
Gunung Etna Terus Dipantau
Gunung Etna dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di dunia. Aktivitas vulkaniknya telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sisilia selama bertahun-tahun.
Meski demikian, setiap peningkatan aktivitas tetap mendapat perhatian serius karena dapat memberikan dampak terhadap masyarakat maupun wisatawan yang berada di kawasan sekitarnya.
Petugas vulkanologi terus melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan aktivitas Gunung Etna.
Kondisi penerbangan pun dapat berubah sewaktu-waktu, terutama apabila abu vulkanik bergerak mengikuti arah angin dan mencapai ketinggian yang berpotensi mengganggu jalur penerbangan.
Bagi wisatawan yang berencana terbang dari atau menuju Catania, memeriksa status dan jadwal penerbangan sebelum berangkat ke bandara menjadi langkah penting untuk mengantisipasi perubahan perjalanan.
Aktivitas Gunung Etna kali ini kembali memperlihatkan dua sisi alam Sisilia. Di satu sisi, gunung berapi tersebut menjadi daya tarik wisata dan ikon kawasan.
Tetapi di sisi lain, perubahan aktivitas vulkaniknya dapat mengganggu perjalanan ribuan orang dalam waktu relatif singkat. (Ara/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin