Hujan Ekstrem Landa Jepang, Ribuan Penumpang Terjebak di Bandara Naira

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Hujan deras mengguyur Prefektur Chiba, Jepang, sejak Kamis malam hingga Jumat, 14 Agustus 2026, menyebabkan banjir dan melumpuhkan transportasi.  (Foto : Reuters/AP)
Hujan deras mengguyur Prefektur Chiba, Jepang, sejak Kamis malam hingga Jumat, 14 Agustus 2026, menyebabkan banjir dan melumpuhkan transportasi.  (Foto : Reuters/AP)

RADAR BOGOR – Jepang menghadapi cuaca ekstrem setelah hujan sangat deras mengguyur Prefektur Chiba, wilayah yang berbatasan langsung dengan Tokyo. 

Banjir yang timbul melumpuhkan jalan raya dan jalur kereta, sekaligus berdampak langsung terhadap ribuan pelancong yang tengah bepergian ke Jepang di puncak musim liburan.

Badan Meteorologi Jepang mencatat curah hujan di beberapa titik Chiba menembus 360 milimeter dalam 24 jam, bahkan di salah satu stasiun pengamatan di Kota Chiba tercatat hujan hingga 450 milimeter hanya dalam enam jam. 

Intensitas hujan ini disebut setara tiga kali lipat rata-rata curah hujan bulan Agustus di wilayah tersebut, yang biasanya turun sepanjang sebulan penuh namun kali ini terjadi dalam hitungan jam saja.

Otoritas cuaca pun mengeluarkan peringatan level tertinggi untuk hujan lebat kepada 22 kota dan kabupaten di Chiba.

Bandara Narita menjadi salah satu lokasi paling terdampak. Layanan kereta dan bus menuju bandara terhenti akibat banjir, sehingga sekitar 7.000 penumpang terjebak di area terminal sepanjang malam. 

Baca Juga: 70 Alumni USU Penulis Buku Berkumpul di Jakarta, Book Party AUJP Jadi Ajang Berbagi Ilmu

Petugas bandara membagikan air minum, makanan, selimut, hingga kantong tidur kepada para penumpang yang harus menunggu hingga transportasi kembali berjalan pada Jumat pagi.

Sejumlah jalur kereta menuju Tokyo, termasuk beberapa jalur milik Tokyo Metro dan East Japan Railway, mengalami penghentian sementara.

Beberapa ruas jalan tol utama di Chiba juga ditutup, memaksa pengendara mencari jalur alternatif dan menyebabkan kemacetan panjang.

Bencana ini turut menelan korban jiwa. Otoritas setempat mengonfirmasi sedikitnya empat orang meninggal dunia.

Termasuk seorang pria yang ditemukan mengambang di jalan yang tergenang dan seorang perempuan yang terjebak di dalam mobilnya yang terendam air. Satu orang lainnya masih dilaporkan hilang.

Pemadaman listrik turut terjadi di berbagai wilayah, dengan hampir 25.000 rumah tangga di Chiba sempat kehilangan aliran listrik akibat dampak hujan dan banjir.

Pasukan militer Jepang dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan warga terdampak.

Baca Juga: Resep Risoles Mayo Isi Smoked Beef Keju, Lembut dan Creamy

Meski penerbangan di Bandara Narita sendiri tetap berjalan, akses transportasi darat menuju dan dari bandara menjadi persoalan utama yang membuat banyak penumpang tertahan lebih lama dari seharusnya.

Otoritas setempat mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena risiko banjir susulan dan tanah longsor masih mungkin terjadi meski intensitas hujan mulai mereda.

Peristiwa ini menjadi salah satu gangguan besar yang dialami Jepang tepat di salah satu pekan tersibuk musim liburan panas tahun ini. (Ara/Tazkia)

Editor : Yosep Awaludin
hujan jepang cuaca ekstrem