RADAR BOGOR – Pesisir selatan Oman menghadapi ancaman pencemaran lingkungan serius setelah minyak mentah dari kapal tanker yang mengalami kerusakan mulai mencapai daratan.
Tumpahan tersebut kini menyebar di wilayah laut yang memiliki ekosistem penting dan kawasan konservasi yang dilindungi.
Kapal tanker yang menjadi sumber pencemaran adalah Caroline Bezengi, kapal berbendera Kamerun yang membawa minyak mentah asal Rusia dalam jumlah besar. Muatannya diperkirakan mencapai sekitar 800 ribu hingga 1 juta barel.
Insiden bermula pada 8 Juni 2026 ketika kapal berada di perairan lepas pantai Yaman.
Awak kapal saat itu melaporkan adanya dugaan ledakan yang menyebabkan air masuk ke sejumlah bagian badan kapal.
Setelah mengalami kerusakan, Caroline Bezengi kemudian kandas di sekitar Kepulauan Hallaniyat, lepas pantai selatan Oman.
Baca Juga: Rumor Tayang Akhir Tahun, Drama Wuxia Blade of Vengeance Siap Sapa Penonton
Lokasi tersebut berada di kawasan cagar alam laut yang memiliki nilai ekologis tinggi.
Caroline Bezengi Disebut Masuk Armada Bayangan Rusia
Kasus pencemaran tersebut semakin kompleks karena Caroline Bezengi diyakini oleh sejumlah otoritas negara Barat berkaitan dengan apa yang disebut sebagai “armada bayangan” Rusia.
Armada tersebut dituding digunakan untuk mempertahankan aktivitas ekspor minyak Rusia meskipun negara tersebut menghadapi berbagai sanksi setelah invasi ke Ukraina.
Caroline Bezengi diketahui mengangkut minyak dari Pelabuhan Novorossiysk di kawasan Laut Hitam pada April 2026.
Kapal tersebut juga telah masuk daftar sanksi yang diberlakukan Uni Eropa, Inggris, Swiss, Kanada, dan Ukraina.
Tumpahan Minyak Meluas hingga 2.000 Kilometer Persegi
Ancaman pencemaran semakin besar setelah analisis citra satelit menunjukkan area tumpahan minyak telah membentang lebih dari 2.000 kilometer persegi.
Otoritas lingkungan Oman melaporkan bahwa minyak telah mencemari sekitar 40 kilometer garis pantai di kawasan Ras Madrakah.
Penyebaran minyak juga dikhawatirkan segera mencapai Pulau Masirah. Pulau tersebut berada sekitar 15 kilometer dari garis pantai Oman dan menjadi salah satu wilayah yang berpotensi terdampak jika tumpahan terus meluas.
Kawasan pesisir yang terancam memiliki ekosistem laut penting. Di wilayah tersebut terdapat terumbu karang, habitat penyu laut, burung Socotra cormorant, hingga populasi paus bungkuk Laut Arab yang dikenal sebagai salah satu populasi paling langka di dunia.
Cuaca Monsun Hambat Proses Penanganan
Upaya untuk mengendalikan pencemaran dan menyelamatkan sisa minyak di dalam kapal menghadapi tantangan besar.
Baca Juga: Resep Misoa Goreng Isi Sosis, Gurih dan Lembut
Perusahaan keamanan maritim internasional telah mengerahkan tim penyelamat beserta kapal khusus untuk membantu proses evakuasi minyak yang masih berada di dalam Caroline Bezengi.
Namun, kondisi alam menjadi salah satu kendala utama. Musim monsun Khareef yang sedang berlangsung di wilayah tersebut membawa gelombang tinggi serta perubahan cuaca yang sulit diprediksi.
Situasi itu membuat proses penyelamatan kapal dan pengangkutan sisa muatan minyak menjadi lebih sulit sekaligus meningkatkan risiko bagi tim yang berada di lapangan.
Penyebab Ledakan dan Tanggung Jawab Pembersihan Belum Jelas
Hingga kini, belum terdapat pihak yang secara resmi menyatakan bertanggung jawab atas insiden ledakan yang menyebabkan kerusakan pada kapal tanker tersebut.
Pemilik Caroline Bezengi yang tercatat berada di Shanghai, China, juga belum memberikan pernyataan resmi terkait tanggung jawab terhadap proses pembersihan tumpahan minyak sesuai dengan ketentuan hukum maritim internasional.
Para pemerhati lingkungan memperingatkan bahwa situasi dapat berkembang menjadi salah satu kasus pencemaran minyak laut paling serius dalam beberapa tahun terakhir apabila kebocoran tidak segera dihentikan.
Kekhawatiran tersebut muncul karena cakupan pencemaran terus bertambah secara cepat sejak awal Agustus.
Baca Juga: Inul Daratista Ungkap Rahasia Tetap Bugar dan Awet Muda, dari Olahraga hingga Perawatan Modern
Pemerintah Oman bersama sejumlah lembaga internasional kini masih memantau kondisi Caroline Bezengi sekaligus melakukan berbagai langkah untuk membatasi penyebaran minyak.
Perlindungan terhadap kawasan pesisir yang memiliki nilai ekologis tinggi menjadi prioritas, terutama di sepanjang wilayah selatan Oman yang kini berada di bawah ancaman dampak tumpahan minyak tersebut. (Ara/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin