Gerakan CJP Guncang Dominasi Modi, BJP Hadapi Gelombang Protes Anak Muda India

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:20 WIB
Aksi
Aksi 'Kecoa' yang gerakkan oleh Gen-Z India. (Foto: Rafiq Maqbool/AP Photo, Indranil Mukherjee/AFP, Anupam Nath/AP Photo)

RADAR BOGOR – Dominasi Partai Bharatiya Janata Party (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri India Narendra Modi selama lebih dari satu dekade mulai mendapat tantangan dari gerakan anak muda.

Gelombang protes yang digerakkan mahasiswa dan pemuda melalui kelompok bernama Cockroach Janta Party (CJP) perlahan berkembang menjadi tekanan politik yang sulit diabaikan pemerintah.

Gerakan tersebut awalnya muncul sebagai kampanye satire di media sosial Instagram pada Mei lalu.

Namun, isu yang mereka angkat kemudian mendapat perhatian luas, terutama terkait dugaan kebocoran soal ujian nasional dan persoalan tingginya tingkat pengangguran di kalangan anak muda India.

Aksi protes yang meluas ke sejumlah kota bahkan berlangsung selama tujuh pekan di New Delhi.

Tekanan tersebut kemudian berujung pada mundurnya Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan.

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 3 Pecah Telur! Rp600 Ribu Mulai Masuk KKS Bank Ini

Dampak gerakan pemuda ini juga mulai terasa dalam politik elektoral. BJP secara mengejutkan kehilangan wilayah Bankipur, Bihar, dalam pemilihan sela.

Kawasan tersebut sebelumnya dikenal sebagai salah satu basis kuat BJP selama sekitar tiga dekade.

Dalam pemilihan tersebut, BJP dikalahkan partai baru Jan Suraaj yang didirikan pengamat politik Prashant Kishor.

Asal-usul Nama Cockroach Janta Party

Kemunculan nama Cockroach Janta Party tidak terlepas dari sebuah pernyataan bernada sindiran.

Nama "kecoa" digunakan sebagai respons satire terhadap komentar Ketua Mahkamah Agung India, Surya Kant, yang sebelumnya menyebut mahasiswa pengangguran dengan istilah yang merendahkan.

Gerakan ini memiliki karakter berbeda dibandingkan sejumlah aksi protes anak muda India pada periode sebelumnya, termasuk demonstrasi terkait penolakan Citizenship Amendment Act.

Salah satu kekuatan CJP terletak pada basis massanya yang relatif beragam. Gerakan tersebut melibatkan anak muda dari berbagai kasta, agama, maupun kelompok sosial.

Karakter lintas kelompok itu membuat pemerintah menghadapi tantangan lebih rumit. Narasi sektarian ataupun pelabelan sebagai kelompok ekstremis menjadi lebih sulit digunakan untuk meredam gerakan tersebut.

BJP Coba Gaet Gen Z Lewat Media Sosial

BJP tidak tinggal diam menghadapi meningkatnya popularitas gerakan CJP. Pemerintah dan partai tersebut kemudian meningkatkan aktivitas komunikasi politik melalui berbagai platform media sosial.

Narendra Modi turut tampil dalam sejumlah video bergaya swafoto yang ditayangkan melalui Instagram.

Baca Juga: PPPK Guru Bakal Punya Jalan Jadi PNS, Seleksi 2027

Para menteri juga diarahkan untuk lebih aktif membuat konten Reels guna mendekati generasi Z.

Tidak hanya melalui pesan politik secara langsung, pemerintah mencoba menggunakan format yang lebih populer di kalangan anak muda.

Sejumlah kampanye dikemas dalam bentuk permainan serta konten bertema kebugaran dengan menggunakan berbagai istilah yang lazim digunakan pengguna internet.

Namun, strategi tersebut justru mendapat respons negatif dari sebagian masyarakat.

Konten yang dibuat pemerintah dinilai terasa terlalu dipaksakan sehingga tidak berhasil membangun kedekatan yang diharapkan dengan generasi muda.

CJP Belum Tentu Jadi Partai Politik

Meski berhasil menarik perhatian publik dan menggoyang citra pemerintah, gerakan Cockroach Janta Party belum tentu berkembang menjadi partai politik formal.

Sejumlah pengamat menilai pembentukan partai nasional membutuhkan sumber daya besar, mulai dari struktur organisasi hingga biaya kampanye dan logistik yang tidak sedikit.

Baca Juga: Gunung Sagara Garut Bukan Sekadar View Cantik, Jalurnya Bikin Pendaki Harus Siap Fisik

Di sisi lain, BJP masih memiliki kekuatan politik yang besar. Kemampuan partai dalam memenangkan pemilu serta pengaruhnya terhadap media arus utama menjadi modal penting untuk mempertahankan dominasi politik.

Kendati demikian, kemunculan CJP menunjukkan adanya perubahan dalam hubungan antara pemerintahan Modi dan generasi muda India.

Gerakan tersebut setidaknya berhasil mengikis citra Modi sebagai pemimpin yang selalu mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus memperlihatkan bahwa dominasi politik BJP mulai menghadapi tantangan dari kelompok pemilih muda. (Renno/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
india protes anak muda