RADAR BOGOR – Industri Robot Humanoid Dunia kembali mencatatkan momentum besar setelah Unitree Robotics mencuri perhatian investor dalam debut perdananya di pasar saham.
Perusahaan robot asal Hangzhou, Tiongkok, tersebut membukukan lonjakan harga saham luar biasa saat resmi melantai di bursa Shanghai.
Antusiasme pasar membuat kapitalisasi pasar Unitree Robotics melonjak hingga sekitar 445 miliar yuan atau setara 66 miliar dolar AS.
Capaian tersebut sekaligus menunjukkan besarnya ekspektasi investor terhadap masa depan industri robot humanoid.
Mengutip Al Jazeera, saham Unitree sempat mengalami lonjakan hingga 620 persen pada perdagangan Rabu di STAR Market, bursa yang berfokus pada perusahaan teknologi.
Meski kemudian mengalami perubahan harga sepanjang perdagangan, saham Unitree tetap mampu mengakhiri sesi dengan kenaikan sekitar 460 persen dibandingkan harga penawaran awal IPO.
Baca Juga: Update Bansos Beras 21 Agustus 2026: Bantuan Tambahan Pangan Kembali Disalurkan
Pencatatan tersebut menjadi tonggak penting bagi industri robotik Tiongkok karena Unitree tercatat sebagai perusahaan robot humanoid pertama yang melakukan IPO di pasar modal Tiongkok daratan.
Valuasi Unitree Melonjak Drastis
Kinerja saham tersebut membuat valuasi Unitree meningkat jauh dibandingkan nilai awal penawaran saham yang berada di kisaran 61 miliar yuan.
Unitree Robotics didirikan oleh insinyur Wang Xingxing pada 2016. Perusahaan tersebut kemudian berkembang dan menarik perhatian publik dunia melalui berbagai demonstrasi robot yang mampu melakukan gerakan kompleks.
Robot-robot buatan Unitree antara lain diperlihatkan dapat menari, melakukan gerakan akrobatik, hingga memperagakan sejumlah gerakan yang menyerupai seni bela diri.
Perkembangan tersebut membuat Unitree menjadi salah satu perusahaan yang ikut mendorong komersialisasi robot humanoid secara lebih luas.
Unitree Kirim 5.500 Robot Humanoid
Lonjakan saham Unitree tidak terlepas dari perkembangan bisnis perusahaan di tengah pertumbuhan industri robot humanoid global.
Sepanjang tahun lalu, Unitree dilaporkan telah mengirimkan lebih dari 5.500 unit robot humanoid kepada pelanggan di berbagai negara.
Jumlah tersebut menjadi salah satu indikator bahwa perusahaan tidak hanya mengembangkan teknologi robotik, tetapi juga telah mampu melakukan produksi dan distribusi dalam skala komersial.
Kondisi itu memperkuat posisi Unitree sebagai salah satu pemain penting dalam industri robot humanoid yang saat ini tengah berkembang pesat.
Perkenalkan Robot Humanoid "Superman"
Di tengah momentum pencatatan saham, Unitree juga memperkenalkan inovasi terbaru yang mendapat julukan “Superman”.
Baca Juga: Update Pencairan BPNT Tahap 3: Bansos Rp600 Ribu Cair Hari Ini, Cek Nama Penerima
Robot humanoid tersebut diklaim memiliki kemampuan fisik yang cukup ekstrem. Salah satunya adalah kemampuan melompat hingga sekitar dua meter.
Tidak hanya itu, robot tersebut juga disebut mampu berlari dengan kecepatan mencapai 12,66 meter per detik.
Kehadiran model baru ini memperkuat portofolio Unitree dalam menghadapi persaingan industri robot humanoid yang semakin ketat.
Unitree kini harus berhadapan dengan sejumlah kompetitor dari Tiongkok seperti AgiBot, serta perusahaan teknologi global seperti Tesla dan Boston Dynamics.
Bukan Tanpa Tantangan
Meski mendapat respons positif dari investor, perjalanan Unitree untuk menjadi pemimpin industri robot humanoid masih menghadapi sejumlah tantangan.
Pendiri Humanoid Analytics, Rinat Mirzaitov, menilai Unitree termasuk kelompok kecil perusahaan robotik yang telah memiliki pendapatan nyata, tingkat profitabilitas, serta kapasitas produksi dalam jumlah besar.
Namun, menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi perangkat keras.
Unitree masih perlu membuktikan kemampuan mengubah keunggulan manufaktur dan teknologi hardware menjadi solusi yang benar-benar mampu digunakan dalam berbagai aplikasi serta alur kerja nyata di lapangan.
Industri Robotik China Berhadapan dengan Isu Geopolitik
Perkembangan industri robotik Tiongkok yang sangat cepat juga membawa persoalan lain, terutama dalam hubungan teknologi antara Beijing dan Washington.
Amerika Serikat bahkan telah memberlakukan larangan terhadap impor robot humanoid buatan Tiongkok dengan alasan adanya potensi risiko terhadap keamanan nasional.
Baca Juga: Hujan Lokal Mengintai Jawa Barat Sore Ini, Simak Wilayahnya
Di tengah ketegangan tersebut, posisi Tiongkok dalam industri robotik global semakin kuat.
Berdasarkan laporan JP Morgan, Tiongkok saat ini menguasai sekitar tiga perempat pasar global untuk robot humanoid dan kendaraan otonom.
Dengan pertumbuhan pasar yang semakin besar, persaingan antara perusahaan robotik Tiongkok dan pemain teknologi Amerika Serikat diperkirakan akan semakin sengit dalam beberapa tahun mendatang. (Renno/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin