Mirza Fakhrul Alamgir Terpilih Jadi Presiden Bangladesh, BNP Kembali Kuasai Pemerintahan

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:00 WIB
Parlemen Bangladesh Pilih Mirza Fakhrul Alamgir jadi Presiden. (Foto : REUTERS/Mohammad Ponir Hossain, X/@DailySabah)
Parlemen Bangladesh Pilih Mirza Fakhrul Alamgir jadi Presiden. (Foto : REUTERS/Mohammad Ponir Hossain, X/@DailySabah)

RADAR BOGOR – Peta politik Bangladesh kembali mengalami perubahan besar setelah parlemen memilih tokoh senior Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), Mirza Fakhrul Alamgir, sebagai presiden baru negara tersebut.

Terpilihnya politisi veteran berusia 78 tahun itu menjadi bagian penting dari proses transisi politik Bangladesh setelah BNP kembali meraih kendali pemerintahan melalui kemenangan dalam pemilu nasional.

Meski jabatan presiden Bangladesh lebih banyak menjalankan fungsi seremonial, Alamgir kini secara resmi akan menjadi kepala negara sekaligus memegang posisi sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata.

Dilansir Reuters, Ketua Komisi Pemilihan Umum Bangladesh A.M.M. Nasir Uddin mengumumkan kemenangan Alamgir setelah dirinya memperoleh dukungan mayoritas anggota parlemen dalam proses pemilihan presiden.

Alamgir berhasil mengungguli Oli Ahmed, seorang pensiunan perwira militer yang juga menjabat sebagai Ketua Partai Demokrasi Liberal. Ahmed maju sebagai kandidat yang didukung koalisi oposisi.

Kemenangan Alamgir relatif tidak mengejutkan karena koalisi yang dipimpin BNP menguasai sekitar dua pertiga kursi parlemen setelah memenangkan pemilihan umum nasional.

Baca Juga: Pemkab Bogor Hormati Proses Hukum KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan

Karier Politik Mirza Fakhrul Alamgir

Mirza Fakhrul Alamgir merupakan salah satu figur senior yang memiliki pengaruh kuat di tubuh BNP.

Ia telah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal BNP sejak 2016 sebelum akhirnya dipercaya maju sebagai calon presiden.

Sebelum aktif dalam politik, Alamgir dikenal sebagai akademisi. Ia merupakan lulusan University of Dhaka dan memiliki latar belakang pendidikan ekonomi.

Karier politiknya mulai berkembang setelah bergabung dengan BNP pada awal 1990-an.

Seiring waktu, ia menduduki sejumlah posisi penting hingga dipercaya mengisi beberapa jabatan menteri strategis dalam pemerintahan.

Ketika BNP berada di luar pemerintahan dan menjadi oposisi pada era Sheikh Hasina, Alamgir menjadi salah satu tokoh yang paling lantang menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Perjalanan politiknya juga tidak lepas dari berbagai persoalan hukum dan tekanan politik.

Ia beberapa kali menghadapi penangkapan serta perkara hukum selama berada di kubu oposisi.

Sebelum maju sebagai calon presiden, posisi pemerintahan terakhir yang pernah diembannya adalah Menteri Pemerintah Daerah.

Kini, karier politik Alamgir mencapai salah satu titik tertinggi setelah BNP kembali memenangkan pemilu nasional.

Baca Juga: Dugaan Pemotongan Upah Pegawai Bappenda Bogor Disidik KPK, Siapa Tersangkanya?

Ia dijadwalkan mengucapkan sumpah jabatan sebagai presiden untuk secara resmi memulai masa kepemimpinannya.

BNP Kembali Berkuasa Setelah Kejatuhan Sheikh Hasina

Perubahan politik Bangladesh berlangsung cepat sejak gelombang demonstrasi besar pada pertengahan 2024 yang berujung pada jatuhnya pemerintahan Sheikh Hasina.

Mantan perdana menteri tersebut kemudian meninggalkan Bangladesh dan melarikan diri ke India.

Hingga kini, Hasina masih berada di negara tersebut meskipun sebelumnya sempat menyampaikan keinginan untuk kembali ke tanah kelahirannya.

Situasi tersebut menjadi salah satu momentum bagi BNP untuk kembali membangun kekuatan politik dan memperoleh dukungan masyarakat hingga akhirnya memenangkan pemilu nasional.

Kemenangan BNP juga membawa perubahan pada struktur pemerintahan Bangladesh.

Selain mengantarkan Alamgir ke kursi kepresidenan, kemenangan tersebut menempatkan pemimpin BNP, Tarique Rahman, sebagai perdana menteri.

Berbeda dengan presiden yang memiliki peran dominan seremonial, kewenangan eksekutif di Bangladesh tetap berada di tangan perdana menteri beserta kabinetnya sesuai sistem konstitusi yang berlaku.

Baca Juga: TKD 2027 Belum Jelas, Kota Bogor Kembali Hadapi Bayang-Bayang Pengurangan Dana Pusat

Dengan terpilihnya Mirza Fakhrul Alamgir, proses pergantian kekuasaan di Bangladesh kini memasuki tahap akhir.

Alamgir selanjutnya akan menjalani prosesi pelantikan dan mengemban tugas konstitusional sebagai kepala negara.

Perubahan tersebut diharapkan dapat membawa stabilitas baru bagi Bangladesh yang memiliki populasi sekitar 173 juta jiwa setelah melalui periode pergolakan politik dalam beberapa tahun terakhir. (Renno/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
peta politik bangladesh presiden