Terusan Panama Batasi Transit Kapal Mulai September 2026, Dampak El Niño Kembali Mengancam

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Otoritas menbatasi kembali lalu lintas kapal di Terusan Panama.
Otoritas menbatasi kembali lalu lintas kapal di Terusan Panama.

RADAR BOGOR – Ancaman kekeringan akibat fenomena El Niño kembali membayangi aktivitas pelayaran dunia.

Otoritas Terusan Panama (ACP) memutuskan untuk mengurangi jumlah kapal yang diperbolehkan melintas setiap hari mulai September 2026 sebagai langkah menghadapi potensi penurunan ketersediaan air.

Kebijakan tersebut menjadi perubahan penting karena sebelumnya otoritas Terusan Panama sempat menyatakan tidak akan menerapkan pembatasan transit pada tahun ini.

Dilansir dari Reuters, pembatasan akan diterapkan secara bertahap dalam dua tahap. Mulai 4 September 2026, jumlah kapal yang dapat melintasi Terusan Panama dibatasi menjadi 34 kapal per hari, turun dari rata-rata sebelumnya yang mencapai 35 hingga 40 kapal.

Pada tahap awal tersebut, slot untuk kapal di kunci Neopanamax dibatasi menjadi sembilan slot, sedangkan kunci Panamax hanya menyediakan maksimal 25 slot setiap hari.

Selanjutnya, mulai 15 September 2026, batas transit harian kembali dikurangi menjadi 32 kapal. Kuota pada kunci Panamax juga diturunkan menjadi 23 slot per hari.

Baca Juga: BNI Buka Presale Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Diskon Tiket hingga 20 Persen

Curah Hujan Panama Turun Drastis

Keputusan tersebut diambil setelah data hidrologi menunjukkan kondisi kekeringan yang semakin mengkhawatirkan di wilayah tangkapan air Terusan Panama.

Dalam periode Mei hingga Agustus, curah hujan di kawasan tersebut tercatat 34 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata historis.

Sementara itu, volume air yang masuk ke daerah aliran sungai juga mengalami penurunan hingga 44 persen dari kondisi normal.

Penurunan pasokan air tersebut menimbulkan kekhawatiran tidak hanya terhadap kelancaran jalur pelayaran internasional, tetapi juga terhadap ketersediaan air bersih yang dibutuhkan masyarakat setempat.

Aturan Draft Kapal Ikut Ditunda

Krisis air juga berdampak terhadap rencana penyesuaian batas draft atau kedalaman muatan kapal yang dapat melintas.

Rencana penerapan batas draft maksimum 14,63 meter atau 48 kaki untuk kapal yang melewati kunci Neopanamax sebelumnya dijadwalkan lebih awal. Namun, penerapannya kini ditunda hingga 2 September 2026.

Penyesuaian berikutnya menjadi 14,48 meter atau 47,5 kaki juga mengalami penundaan hingga 1 Oktober 2026.

Pembatasan kedalaman tersebut dapat berdampak langsung terhadap kapal pengangkut barang. Kapal dengan draft lebih besar harus mengurangi bobot muatan agar dapat melewati jalur tersebut dengan aman dan menghindari risiko kandas.

Terusan Panama Bersiap Hadapi El Niño Lebih Panjang

Administrator Terusan Panama Ricaurte Vasquez mengatakan, fenomena El Niño yang diperkirakan terjadi kali ini berpotensi berlangsung lebih lama dibandingkan siklus sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat otoritas kembali menerapkan langkah pengendalian kapasitas transit seperti yang pernah dilakukan ketika Terusan Panama menghadapi kekeringan serius pada 2023 dan 2024.

Baca Juga: KNPI Parung Panjang Bogor Siapkan Forum Ketua OSIS, Ini Tujuannya

Menurut Vasquez, kebijakan yang diterapkan saat ini bukan keputusan yang dibuat secara spontan. Otoritas mengandalkan pengalaman serta prosedur manajemen krisis yang telah diterapkan dalam menghadapi kondisi serupa sebelumnya.

Ancaman El Niño pada periode 2026–2027 diperkirakan masih memberikan tekanan terhadap curah hujan di Panama.

Dengan mengurangi jumlah kapal yang melintas sekaligus menyesuaikan batas draft secara berkala, Otoritas Terusan Panama berupaya menjaga keseimbangan antara kelancaran perdagangan global melalui jalur strategis tersebut dan keberlangsungan pasokan air bagi kebutuhan domestik.

Kebijakan tersebut menjadi perhatian dunia karena Terusan Panama merupakan salah satu jalur penting dalam jaringan perdagangan internasional.

Gangguan terhadap kapasitas transit berpotensi memberikan dampak lanjutan terhadap distribusi barang dan rantai pasok global. (Renno/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
terusan panama el nino kapal