Puluhan Ribu Rohingya Gelar Demo Besar, Tuntut Dunia Tak Lupakan Krisis Kemanusiaan

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:20 WIB
Demonstrasi yanng dilakukan oleh warga etnis Rohingya di Bangladesh. (Foto: Kanal Youtube @AlJazeeraEnglish)
Demonstrasi yanng dilakukan oleh warga etnis Rohingya di Bangladesh. (Foto: Kanal Youtube @AlJazeeraEnglish)

RADAR BOGOR – Puluhan ribu pengungsi etnis Rohingya turun ke jalan di kawasan kamp pengungsian Cox’s Bazar, Bangladesh, dalam aksi demonstrasi besar yang menyoroti kembali krisis kemanusiaan yang telah mereka hadapi selama hampir satu dekade.

Aksi massa tersebut menjadi salah satu demonstrasi terbesar yang digelar para pengungsi Rohingya dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari kanal YouTube @AlJazeeraEnglish, para peserta menyuarakan kekecewaan terhadap perhatian masyarakat internasional yang dinilai semakin berkurang terhadap kondisi mereka.

Para pengungsi membawa sejumlah pesan mengenai nasib komunitas Rohingya yang merasa semakin terpinggirkan dari perhatian dunia.

Mereka meminta agar persoalan kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya kembali menjadi perhatian serius masyarakat internasional.

Dalam demonstrasi tersebut, massa juga menyampaikan tuntutan terkait keadilan atas tragedi kemanusiaan yang mereka alami.

Baca Juga: Hutan Kota Deltamas, Healing Gratis di Bawah Rindangnya Pohon Pinus Cikarang

Selain itu, mereka mendesak adanya perlindungan terhadap hak dan martabat warga Rohingya serta kepastian proses pemulangan ke Myanmar secara aman, sukarela dan bermartabat.

Bantuan Internasional Berkurang, Kondisi Kamp Memprihatinkan

Cox’s Bazar saat ini dikenal sebagai salah satu kompleks pengungsian terbesar di dunia.

Namun, kondisi kehidupan di kamp tersebut semakin berat seiring berkurangnya aliran bantuan internasional.

Pemangkasan pendanaan berdampak terhadap berbagai kebutuhan dasar para pengungsi.

Salah satunya berupa berkurangnya jatah makanan pokok, sementara akses terhadap layanan kesehatan dan fasilitas sanitasi juga mengalami penurunan.

Persoalan yang dihadapi warga Rohingya tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan bantuan.

Mereka juga harus menghadapi ancaman bencana alam yang kerap terjadi selama musim monsun.

Hujan dengan intensitas tinggi dapat memicu banjir hingga tanah longsor di kawasan perbukitan tempat kamp pengungsian berdiri.

Bencana tersebut bahkan telah menyebabkan korban jiwa dari kalangan pengungsi Rohingya.

Pengungsi Rohingya Nekat Menyeberangi Laut

Ketidakpastian mengenai masa depan serta semakin terbatasnya kebutuhan hidup membuat sebagian warga Rohingya mengambil pilihan berisiko.

Baca Juga: PPSE Menuju Ekonomi Mandiri, Bantuan Modal Usaha Rp5 Juta untuk KPM PKH Usia Produktif

Sejumlah keluarga dan anak muda Rohingya memilih meninggalkan kamp dengan menyeberangi laut menggunakan perahu kayu yang kondisinya tidak layak.

Mereka mencoba menuju sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Indonesia, dengan harapan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Perjalanan tersebut memiliki risiko tinggi karena kondisi perahu dan perjalanan laut yang tidak aman.

Namun, keterbatasan pilihan di kamp membuat sebagian pengungsi tetap mengambil keputusan tersebut.

Diplomasi Internasional Belum Beri Solusi Nyata

Persoalan Rohingya selama ini telah berulang kali menjadi agenda dalam berbagai forum internasional.

Krisis tersebut juga dibahas dalam pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menjadi perhatian dalam sejumlah agenda diplomatik.

Kunjungan pejabat maupun diplomat ke kawasan Cox’s Bazar juga telah dilakukan untuk melihat langsung kondisi para pengungsi.

Baca Juga: Lima Bantuan Komplementer untuk Penerima PKH Agustus 2026, Berikut Daftar dan Tujuannya

Namun, berbagai pembahasan dan upaya diplomasi tersebut dinilai belum menghasilkan solusi konkret yang mampu menjawab persoalan mendasar warga Rohingya.

Hingga kini, para pengungsi masih menghadapi persoalan bantuan kemanusiaan, keterbatasan kebutuhan dasar, ancaman bencana hingga ketidakjelasan masa depan terkait pemulangan mereka ke Myanmar. (Irsyad/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
Rohingya pengungsi demonstrasi