RADAR BOGOR – Desa Pomas di wilayah Departemen Aude, Prancis Selatan dilanda Tornado besar.
Tornado yang terjadi pada Senin 24 Agustus 2026 malam di Prancis itu, mengakibatkan rusaknya 300 rumah.
Dilansir dari kanal Youtube short Routers, memperlihatkan tornado yang tinggi menjulang serta angin badai yang menggulung dan berputar dari permukaan tanah.
Pihak yang berwenang menyebutkan bahwa tornado tersebut menghantam wilayah Pomas dan sekitarnya.
Menurut laporan dari BBC World, Tornado Prancis juga mengkibatkan sekitar 39 orang luka-luka, 15 dibawa ke rumah sakit hingga dua dinyatakan kritis.
Petugas yang dikerahkan tak sedikit, sekitar 120 pihak keamanan ditugaskan untuk mengevakuasi warga dari angin tornado dengan kecepatan berkisar 117 km/jam (73 mph) merobek atap rumah dan merusak sekitar 300 rumah.
Baca Juga: Kampung Adat Urug Bogor, Destinasi Wisata Budaya yang Sarat Kearifan Lokal
Dari pengakuan warga setempat, menyebutkan bahwa kerusakan yang terjadi membuat separuh desa telah hancur. Bahkan, bangunan kastil yang sudah berdiri sekitar 1.000 tahun hancur sepertiganya.
Tragedi bencana alam ini mengakibatkan sejumlah aktivitas warga juga terhenti, salah satunya perlombaan Etape ketiga balap sepeda Vuelta a Espana.
Berlangsung di wilayah Aude di barat daya Prancis, terpaksa dibatalkan ketika badai hujan es memaksa para pembalap untuk berlindung sekitar 15 km dari garis akhir.
Menurut badan meteorologi nasional Prancis, Meteo-France, rata-rata Prancis mengalami beberapa lusin tornado setiap tahunnya.
Hal ini terjadi setelah musim panas di Eropa yang dilanda gelombang panas dan kebakaran hutan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan wilayah barat daya Prancis.
Daerah tersebut termasuk yang paling parah terkena dampaknya dengan area seluas 42.000 hektar terbakar dalam salah satu kebakaran hutan terbesar sejak Perang Dunia Kedua.
Baca Juga: 17 Tahun Tanpa Putus, BRI Kembali Beri Dana Pendidikan untuk Paskibraka Tingkat Pusat
Hingga saat ini, pemerintah setempat terus memperingatkan kepada warga sekitar untuk tetap berwaspada di tengah cuaca yang sangat ekstrem.
Setelah sebelumnya telah dilakukan pemadaman Listrik dan gangguan transportasi, di sebagian besar wilayah barat daya Prancis. (Irsyad/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin