RADAR BOGOR - Banyak warga di Jawa Barat (Jabar) yang mendapatkan proyek pembebasan tanah, namun hidupnya malah jadi prihatin.
Kasus itu, jadi perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi agar berubah.
"Harus advokasi warganya setelah punya duit Rp100 juta, Rp200 juta, Rp1 miliar, Rp2 miliar, Rp3 miliar," ungkap Dedi Mulyadi saat memberikan arahan kepada ASN Pemprov Jawa Barat.
Menurut Dedi Mulyadi, warga yang sudah mendapatkan uang pembebasan tanah agar diarahkan pada aspek yang produktif.
Kenapa? Dedi Mulyadi mengungkapkan, dirinya mempunyai pengalaman seluruh daerah yang mengalami pembebasan tanah di Jawa Barat setelah itu warganya jatuh miskin.
Apa penyebabnya? Dedi Mulyadi menegaskan, warga tersebut membeli mobil, membangun rumah baru, piknik tidak pernah berhenti.
Selain itu, anak-anaknya juga dibelikan motor.
"Mobilnya dibarisin, dalam waktu 3 tahun mereka mengalami kebangkrutan total, miskin, tidak punya apa-apa," papar Dedi Mulyadi.
Kasus tersebut, sambung Dedi Mulyadi, melahirkan kelas baru.
Dedi Mulyadi menambahkan, bukan warga Jawa Barat tapi orang yang datang ikut berjualan, kerja, orang datang membeli tanahnya dan mereka terpingir.
"Terpinggir, orang Bekasi geser ke Karawang, orang Karawang geser ke Purwakarta, orang ke Jakarta, habis daerah gunung-gunungnya, semuanya ini enggak
bisa," sambung Dedi Mulyadi.
Ya, Dedi Mulyadi mengatakan, masyarakat perlu negara dan pemimpin yang bisa mengarahkan pada aspek yang produktif. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim