RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membuat rencana program Jabar Nyaah Ka Indung.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membuat program Jabar Nyaah Ka Indung dengan sasaran para ibu-ibu yang kurang mampu di Jawa Barat.
Dedi Mulyadi mencanangkan program Jabar Nyaah Ka Indung agar para ibu yang ada di Jawa Barat terbantu dengan adanya program tersebut.
Program Jabar Nyaah Ka Indung disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam postingan Instagram @dedimulyadi71.
Gubernur Jawa Barat menyampaikan bahwa memuliakan ibu merupakan kebahagiaan bagi hidup kita dan anaknya.
“Memuliakan ibu adalah sebuah kebahagiaan dalam hidup kita, dan kemuliaan seorang anak manakala bisa memuliakan seorang ibunya,” ujar Dedi Mulyadi dalam postingannya.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mulai hari ini mencanangkan program Jabar Nyaah Ka Indung.
“Jabar Nyaah Ka Indung yaitu aktivitas sosial hidup, di mana para pegawai negeri atau ASN di seluruh Provinsi Jawa Barat dan kabupaten/kota, para pegawai/karyawan BUMD, dan pegawai BUMN, semuanya,” katanya.
Kemudian, Dedi Mulyadi menuturkan bahwa semua pegawai memiliki satu orang ibu asuh yang dibiayai dan diperhatikan setiap waktu.
“Langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi kaum ibu, terutama ibu-ibu yang mengalami nasib yang kurang beruntung dibandingkan yang lainnya,” ujar Dedi Mulyadi.
“Hidup dalam keadaan miskin, lalu ditinggal suaminya, harus memiliki beban hidup di usia yang tua,” lanjutnya.
Kemudian, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berharap semoga kegiatan yang akan dilaksanakan massal di seluruh Provinsi Jawa Barat, dan nanti setiap pegawai memiliki data ibu yang diurusnya, menjadi jalan untuk memuliakan seluruh kaum ibu di Provinsi Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat akan menghadiri pencanangan program Jabar Nyaah Ka Indung pada sore hari ini di Bale Pancaniti, Pemda Kabupaten Cianjur.
Semoga dengan kegiatan tersebut bisa menaikkan kesejahteraan ibu yang ada di Jawa Barat, dan juga semoga program ini tepat sasaran kepada ibu yang membutuhkan.***
Editor : Eli Kustiyawati