RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginjak usia 54 tahun. Dalam acara yang digelar, sosok sang ibu Emi Karsiti menjadi perhatian.
Ia menceritakan, dirinya merupakan anak bungsu dari 9 bersaudara
"Sebagai anak yang lahir ke-9 dari sembilan bersaudara, di sebelah kiri saya ada Ibu saya bernama Emih Karsiti," tutur Dedi.
Sembari terharu, ia mengatakan, sang ibu tidak bisa membaca tulis.
"Tidak bisa baca tulis. Selalu dihinakan," tambah Dedi.
Ia menjabarkan, sang ibu tidak pernah duduk di area teras ruang tamu.
"Kalau dalam rumah, ibu saya tidak pernah duduk di teras ruang tamu, karena itu ruangnya bapak, ngedudukin kursi bapak pun tidak berani," jelas Dedi.
Tugas sang ibu, Dedi menjelaskan, sehari-hari berada di dapur.
"Ibu saya tugasnya di dapur, bergelut di sumur, hanya di dapur, seluruh jidatnya hitam karena terbakar api hawu," ungkap Dedi.
Mantan Gubernur Purwakarta ini menjabarkan, ibunya senantiasa memastikan semua anaknya makan.
"Setiap Waktu harus ngelud dan harus dipastikan ke-9 anaknya tetap makan, meski beratnya perjalanan hidup, karena serba kekurangan," tutur Dedi.
Ia mengungkapkan, sang ayah ingin semua anaknya sekolah.
"Tetapi dalam pikirannya hanya satu, titah bapak, anaknya semua harus sekolah," sebut Dedi.
Soal keuangan, Dedi menyebutkan, sang ibu harus bisa mengatur walau tidak
"Orang yang buta huruf itu, tidak bisa baca, tidak bisa nulis, tidak bisa ngitung, itu harus mendesain diri dalam sebuah rencana keuangan rumah yang tidak pernah pasti," tambah Dedi.
Setiap pergi ke warung, ia berujar, saudara-saudaranya tidak boleh tahu.
"Maka ibu saya harus ngakalin diri pergi ke warung tidak boleh anak-anaknya tahu," cerita Dedi.
Sebab, ia melanjutkan, saudara-saudaranya akan ikut dan menambah hutang.
"Karena kalau anaknya tahu, semua anaknya akan ikut ke warung, maka jumlah hutang akan bertambah," kata Dedi.
Sebagai informasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi lahir pada 11 April 1971. Sebelumnya peringatan hari lahirnya dilakukan di Cianjur saat meresmikan program Cianjur Nyaah ka Indung.
Editor : Siti Dewi Yanti