Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Minta Maaf karena Setiap Hari Bikin Gaduh, Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Sering Turun Langsung ke Masyarakat

Eka Rahmawati • Minggu, 13 April 2025 | 13:27 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berolah raga di Bandung.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berolah raga di Bandung.

RADAR BOGOR - Selalu ada gebrakan yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi setiap harinya sampai menuai beragam reaksi masyarakat khususnya yang tinggal di Provinsi Jabar.

Atas hal itu, Dedi Mulyadi meminta maaf kepada seluruh masyarakat Jawa Barat (Jabar) karena menganggap dirinya kerap membuat gaduh. 

Seperti diketahui melalui media sosialnya Instagram maupun TikTok bahkan channel YouTube, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi kerap mempublikasikan apa yang terjadi di wilayah yang dipimpinnya.

Berbagai persoalan yang terjadi bahkan langsung dicarikan solusi oleh kepala daerah berusia 54 tahun itu sampai viral, salah satunya kebijakan pemutihan alias membebaskan masyarakat yang memiliki tunggakan kendaraan bermotor berikut dendanya.

Tak hanya itu juga soal pungutan liar alias pungli uang kompensasi sopir angkot di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor juga viral dan mendapat sorotan warganet di jagat maya.

Lalu apa yang membuat Gubernur Jabar selalu turun langsung ke masyarakat hingga kebijakannya selalu menyodot perhatian?

Rupanya hal itu dilatarbelakangi keinginan Dedi yang ingin memberi layanan cepat kepada warganya di Tanah Pasundan.

"Kenapa sih Kang Dedi harus selalu turun aja selalu turun? Di kita ini memang harus segera dimulai dengan contoh, kalau tidak dicontohi tidak turun susah selesai atau pakai metodologi birokrasi melalui pendekatan formal berjenjang dan terstruktur perlu waktu yang panjang," ungkap Gubernur Dedi melalui video yang dibagikkannya di Instagram @dedimulyadi71, Minggu (13/4/2025).

Dedi juga menjelaskan bahwa ia ingin menempuh hal-hal itu dilakukan dengan cepat tidak terlalu rumit dan tepat sasaran.

"Kita ingin melakukan percepatan bukan melakukan kinerja birokrasi saja tapi kinerja sosial untuk memenuhi keinginan psikologi publik agar apa? Agar semua orang bisa menjalankan hak dan kewajibannya secara baik," jelas pria yang karib disapa KDM itu.

Terhadap apa yang dilakukannya Dedi Mulyadi lantas menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat.

"Untuk seluruh masyarakat Jawa Barat saya menyampaikan permohonan maaf apabila setiap hari saya melakukan kegaduhan dengan berbagai langkah dan kebijakan yang tentunya banyak yang tidak menyukainya," imbuhnya.

Kang Dedi menerima berbagai kritik yang ditujukan kepadanya atas apa yang dilakukannya sebab menurutnya hal itu sebagai pengingat.

Dedi juga mengungkapkan bahwa sahabat yang baik adalah sahabat yang mengingatkan, meski di sisi lain banyak publik yang punya harapan dan merasa terpuaskan atas langkah yang dilakukannya dalam menata Provinsi Jawa Barat.

Ia pun tidak mempermasalahkan masyarakat yang tidak menyukai atau tidak setuju terhadap langkahnya sebab kata Gubernur Jabar sebagai pemimpin hidup di antara suka dan tidak suka begitu juga ada yang setuju serta tidak setuju.

 

Editor : Eka Rahmawati