RADAR BOGOR - Saat berkunjung ke Cianjur, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi didatangi oleh salah satu warga.
Warga tersebut meminta tolong karena wilayah perumahannya selalu mengalami longsor.
"Saya minta tolong bagaimana caranya solusi ke kami, ada pengairan dari Desa Ciputri, itu di atas ada kebun strawberry pak. Air itu masuk ke perumahan kami. Nah, sekarang kami ditinggal developer, longsor terus," tuturnya.
Dedi Mulyadi Bersama Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, serta jajaran pimpinan daerah mendatangi perumahan yang berada di Kecamatan Cugenang.
Ia sempat menanyakan pengembang perumahan tersebut.
"Pengembangnya siapa?" tanya Dedi.
"Dulu Pak Nanang, terus ada Pak Buyung, tapi Pak Buyung udah engga bisa masuk ke sini Pak, beliau bukannya memperbaiki malah jual aset2 yang ada. Jadi kami betul-betul mandiri sekarang pak," papar warga.
Dedi menilai, sungai yang sudah ada harus diperbesar.
"Solusinya sungainya digedein. Harus didisain ulang sungainya. Jadi airnya tidak langsung set, kayak permainan anak-anak, seluncur," ujarnya.
"Ini ada 3 rumah yang hanyut," tambah warga.
"Mangkanya ini di bukit, ini, Indonesia negara paling aneh karena melawan Tuhan, karena melawan alam. Salah juga bikin ijin perumahan di sini dan terlalu gede perumahannya," pungkasnya.
Dedi mengatakan masalah utama perumahan tersebut karena aliran sungainya dibelokan.
"Ini problemnya adalah, sungainya dirubah. Ini kan sungai alam. Sungai alam berkelok, kemudian sungainya dibuat oleh pengembang menjadi lurus," sebutnya.
Dedi juga menyayangkan ijin yang diberikan Pemkab.
"Dan yang paling salah adalah pemerintah kabupatennya dulu mengijinkan perubahan sungai," ujarnya.
Mantan Bupati Purwakarta ini menjelaskan, debit air sungai menjadi besar jika dibuat lurus.
"Kan begitu sungai berkelok, maka airnya mengikuti kelokan. Karena sungainya dibuat lurus, maka airnya jadi kenceng," bebernya.
Dedi merasa heran dengan banjir yang terjadi di daerah Cianjur.
"Ketika kenceng, di sananya mentok, banjir. Mangkanya aneh kan? Banjir mah di daerah pantai, daerah pedataran, masa di gunung banjir," lanjutnya.
Warga menjabarkan, sungai dipindah dan diperkecil.
"Betul pak, dari sana dipindah ke sini, dibuat diperkecil," sebutnya.