Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dengar Curhatan Mantan Guru yang Pernah Viral, Gubernur Jawa Barat Ganti Uang Rp5 Juta yang Ditipu, Dedi Mulyadi: Saya Tidak Boleh Janjikan Apapun

Siti Dewi Yanti • Rabu, 16 April 2025 | 04:31 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat bertemu dengan guru yang pernah viral asal Sukabumi, Panji
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat bertemu dengan guru yang pernah viral asal Sukabumi, Panji

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkunjung ke Sukabumi dalam rangka peringatan hari jadi Kota Sukabumi.

Sesudah acara tersebut, Dedi Mulyadi bertemu dengan mantan guru honorer yang pernah viral di dunia maya, lantaran mengajar mengenakan sepatu bolong.

Guru yang bernama Panji tersebut, sebelumnya pernah mengajar matematika di Sekolah Dasar Negeri sebagai tenaga pendidik honorer.

Berita Panji sebagai guru honorer yang mengenakan sepatu bolong pun viral. Ia mendapat motor baru dan dijanjikan umroh oleh salah satu travel agent di Surabaya Jawa Timur.

Sayangnya, karena aturan yang mengharuskan jurusan dan mata pelajaran harus linear, Panji dipecat dari tempatnya mengajar.

Berdasarkan cerita guru viral ini, Panji merupakan lulusan D3 Manajemen Informatika, bukan sarjana pendidikan.

Ia harus berhenti mengajar dan berdagang kue keliling untuk bisa menghidupi ibu dan satu adiknya.

Panji dijanjikan berangkat umroh, namun harus menyetorkan dana Rp5 juta rupiah untuk berangkat.

Merasa terdesak karena harus bertolak ke tanah suci, Panji menyerahkan uang hasil dagangannya selama bertahun-tahun untuk bisa umroh.

Sayangnya, Panji tidak jadi berangkat dan dana yang disetorkan kepada pihak travel yang menjanjikan umroh tidak dikembalikan.

Hal tersebut diceritakan Panji kepada Dedi Mulyadi di dalam kendaraan Gubernur Jawa Barat.

Panji menceritakan, terkadang ia harus berjualan hingga tengah malam agar dagangannya laku.

Mendengar hal tersebut, Dedi mengungkapkan, hal tersebut harus dijalani.

"Tapi kan harus dijalani, yang lebih sudah dari Panji lebih banyak," ucapnya.

Dedi mengingatkan, nasib setiap orang berbeda dan tetap harus dijalani.

"Tapi kan kalau kita terus, hidup ini capek, kemudian bikin kue capek, ya susah kan, karena hidup memang capek. Ada orang yang nasibnya baik, ada yang kurang baik, tapi harus dijalani, bukan ditangisi," jelasnya.

Saat ditanya, apa yang diinginkan, Panji menyebutkan, dirinya ingin kembali mengajar.

"Mungkin ada aturan baru kalua mengajar tidak perlu memandang Pendidikan," tuturnya.

Dedi memaparkan, dirinya tidak bisa melakukan hal tersebut.

"Nah, sekarang ngajar di mana, sok di sukabumi. Soalnya kalau Panji dititipin sekolah, oleh saya misalnya. Nanti memicu gelombang yang lain.

Kok Pak Dedi bisa menabrak aturan, kan pemimpin tidak boleh seperti itu," tandasnya.

Gubernur Jawa Barat menawarkan, Panji tetap bisa mengajar namun di luar Sukabumi dan harus meninggalkan ibunya.

Mendengar hal tersebut, Panji berujar, dirinya tidak tahu harus berbuat apa.

"Panji udah mentok Pak," sebutnya.

Soal uang yang dibawa kabur, Dedi menyampaikan, akan menggantinya.

"Saya belum bisa menjajikan apapun dan saya tidak boleh menjanjikan apapun. Sekarang gini aja, uang uang ketipu, saya ganti. Saya hanya itu aja dulu, apa yang bisa saya lakukan untuk Panji," ucapnya.

Dedi berharap, uang tersebut bisa digunakan untuk modal.

"Gunakan untuk modal berjualan dengan baik. Saya harus bisa memberikan hal yang bisa saya lakukan dulu. Ayo Panjinya gimana?" tanyanya.

"Iya Pak, belum ada peluang mengajar, Panji jualan keliling dulu," tutur Panji.

Dedi menyebutkan, akan memberi uang Rp5 juta.

"Panji menangisi uang Rp5 juta, uang Rp5 jutanya saya ganti," pungkas Gubernur Jawa Barat.

 

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #sukabumi #gubernur jawa barat #guru viral