Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sejarah Jalur Kereta Api Bandung - Ciwidey yang Telah Lama 'Mati' Bakal Dihidupkan Lagi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Ingin Ada Pemandangan Indah

Eka Rahmawati • Rabu, 16 April 2025 | 10:38 WIB
Suasana perjalanan kereta jalur Bandung - Ciwidey tempo dulu.
Suasana perjalanan kereta jalur Bandung - Ciwidey tempo dulu.
 
RADAR BOGOR - Sejumlah jalur kereta api di berbagai wilayah di Jawa Barat dan telah lama 'mati' alias nonaktif bakal kembali dihidupkan lagi, salah satunya adalah Bandung - Ciwidey yang legendaris dan dibangun pada era kolonial Belanda. 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membahas rencana pengaktifan kembali atau reaktiviasi jalur-jalur kereta yang sudah lama nonaktif di wilayah yang dipimpinnya.

Terdapat 11 jalur yang bakal 'hidup' lagi di Tanah Pasundan usai Gubernur Jabar rapat dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di antaranya ada jalur Banjar - Cijulang, Garut - Cikajang, Rancaekek - Tanjungsari, Cipatat - Padalarang, serta Bandung - Ciwidey. 

Dedi melalui unggahannya di Instagram @dedimulyadi71 menyampaikan bahwa jalur kereta api di Jawa Barat itu aktif lagi terlebih usai dirinya rapat dengan dengan Kementerian Perhubungan dengan PT KAI membahas reaktivasi yang bakal menelan anggaran sekitar Rp20 triliun.

Gubernur Jabar ingin nantinya Jawa Barat terkoneksi dengan jalur kereta api yang melewati pemandangan alam yang indah. Salah satunya adalah jalur kereta api Bandung - Ciwidey yang dikenal memiliki pemandangan indah dan memanjakan mata. 

Sejarah Jalur Kereta Api Bandung - Ciwideuy   

Dirangkum Radar Bogor dari berbagai sumber jalur kereta api Bandung-Ciwidey memiliki sejarah perjalanan panjang dalam dunia transportasi di Indonesia yang dibangun di era kolonial Belanda.

Ketika itu jalur Bandung-Ciwidey tersebut dibangun oleh perusahaan milik Pemerintah Hindia Belanda bernama Staatsspoorwejen atau SS melalui peraturan yang diterbitkan pada tahun 1918 dengan panjang sekitar 40 kilometer.

Belanda membangun jalur kereta api di Bandung-Ciwidey konon memiliki tujuan agar bisa mengangkut hasil bumi dari kawasan Bandung Selatan ke Stasiun Bandung ke wilayah lainnya seperti Batavia lalu pelabuhan untuk kemudian mengirimkannya ke Eropa.

Sebelum jalur Bandung-Ciwidey ini ada, Belanda mengangkut hasil bumi dari pedalaman Jawa Barat ini memakai pedati dengan biaya mahal sebab kala itu akses menuju ke Kota Bandung sulit lantaran jarak yang jauh.

Alhasil, Belanda ketika itu memilih membangun jalur kereta di Bumi Priangan tersebut dan menjadi urat nadi perekonomian Hindia Belanda di sektor perkebunan dan mulai beroperasi sejak 1921.

Namun, seiring perjalanannya jalur kereta Bandung-Ciwidey akhirnya ditutup setelah sekitar 60 tahun beroperasi tepatnya di tahun 1982.

Jalur kereta api Bandung-Ciwidey dikenal memiliki pemandangan yang indah terlebih kawasan tersebut dikenal sebagai perkebunan teh dengan hamparan hijaunya dan terdiri dari segmen Cikudapateuh-Kopo (Soreang), Ciwidey, dan Dayeuhkolot.

Perusahaan milik Belanda ketika Staatsspoorwejen kemudian diserahterimakan menjadi Djawatan Kereta Api Republik Indonesia atau DKARI yang kini dikenal sebagai PT Kereta Api Indonesia (KAI).

YouTube Hawin Kanjim pernah mengulas suasana tempo dulu dan perjalanan di jalur kereta api Bandung-Ciwidey yang menghubungkan antara Stasiun Bandung dan Stasiun Ciwidey yang melewati beberapa stasiun seperti Bojongsoang, Dayeuhkolot, dan Banjaran. 

Dalam video tersebut perjalanan melewati beberapa stasiun yakni Stasiun Cikudapateuh, Stasiun Dayeuhkolot, Stasiun Banjaran, Stasiun Soreng, dan Stasiun Ciwidey. 

Sebelum tiba di Stasiun Ciwideuy, selama perjalanan ada beberapa jembatan dengan pemandangan yang indah yang akan dilintasi seperti Jembatan Citarum, Jembatan Sadu di Soreang, Jembatan Rancagoong dan Jembatan Cikabuyutan.

Namun jembatan ini akhirnya ditutup tahun 1982, bahkan pernah terjadi kecelakaan kereta lokomotif Si Gombar dalam perjalanannya dari Stasiun Ciwidey menuju Bandung.

Kereta lokomotif yang mengangkut berbagai hasil bumi ditabrak oleh truk tepatnya di Kampung Cisandori, Ciwidey, Jawa Barat.

Setelah puluhan tahun ditutup kondisi sebagian jalur kereta Bandung-Ciwidey telah dipenuhi tanaman liar dan rerumputan, bahkan ada pula yang sudah berdiri bangunan rumah atau pemukiman warga.

Begitu pula dengan sejumlah stasiun yang tidak aktif sebagian telah beralih fungsi dan ada pula yang kosong tak terawat. 

Nah, jalur Bandung - Ciwidey dengan pemandangan alamnya yang indah rencananya akan kembali diaktifkan setelah sekitar 60 tahun tidak beroperasi.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #jalur kereta api #Ciwidey #gubernur jawa barat #bandung #sejarah