RADAR BOGOR – Suasana berbeda terasa di Lapangan Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat hari ini, 16 April 2025.
Dalam rangka program “Nganjang Ka Warga Edisi 2”, sebuah festival layanan publik dan pagelaran wayang golek digelar meriah, menghadirkan langsung pelayanan pemerintahan untuk masyarakat sekaligus hiburan budaya Sunda, khas Jawa Barat.
Acara ini menjadi inisiatif Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat yang dikenal konsisten menyandingkan pendekatan budaya dan pelayanan publik.
Dari pagi hingga sore, warga bisa mengakses berbagai layanan seperti administrasi kependudukan, konsultasi kesehatan, hingga informasi program bantuan sosial.
Layanan dibuka sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB dan dimanfaatkan oleh ratusan warga sekitar.
Namun, bukan hanya layanan publik yang menjadi daya tarik utama. Malam harinya, panggung budaya hidup dengan kehadiran pagelaran wayang golek yang dipimpin oleh Dadan Sunandar Sunarya, dalang kondang penerus tradisi Giriharja.
Pagelaran dimulai pukul 20.00 dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Humas Jabar, menjangkau penonton hingga luar daerah.
Yang membuat malam semakin istimewa adalah tampilnya empat dalang ternama secara bergantian, membawa lakon-lakon klasik yang disisipkan dengan kritik sosial dan pesan moral kekinian.
Perpaduan antara nilai-nilai budaya dan isu aktual menjadi kekuatan utama pagelaran, menyentuh hati penonton dari berbagai usia.
“Ini bukan sekadar hiburan, ini adalah cara kita menjaga warisan budaya sekaligus membumikan pelayanan publik,” ujar Dedi Mulyadi di sela acara.
Ia juga menekankan pentingnya mendekatkan pemerintah pada rakyat melalui cara-cara yang membumi dan akrab dengan tradisi lokal.
Festival ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemerintah yang hadir secara nyata di tengah masyarakat.
Menggabungkan layanan publik dengan seni pertunjukan tradisional, acara ini mendapat sambutan hangat warga dan menjadi contoh model pendekatan kultural dalam pelayanan masyarakat.***
Editor : Eli Kustiyawati