RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi salah satu lokasi pertambangan tanah yang ada di Subang.
Rombongan orang nomor satu di Jawa Barat tersebut harus melewati Jalan Tol Kalijati yang berwarna merah kecoklatan dan berdebu.
Hal ini membuat Dedi Mulyadi geram karena merugikan masyarakat dan pengguna jalan lainnya.
"Ini jalur jalan Kalijati, saya sudah tiga kali nyemprot jalan ini karena saya tidak nyaman, jalan berubah menjadi kecoklatan," ungkapnya.
Dedi menjelaskan, jalan kecoklatan tersebut akibat truk yang melintas.
"Dan ini akibat dari angkutan tanah, yang diangkut oleh truk-truk besar. Ini ada penyemprotan tapi tidak seimbang dengan tanah yang ditimbulkan, lihat jalan jadi licin seperti ini," tuturnya.
Dedi berkunjung ke perusahaan penambangan galian tanah CV IE .
"Saya akan mencoba mendatangai tempat penambangan galiannya. Lihat kehancuran jalan yang ditimbulkan. Ini kalau kemarau debunya pasti engga ketahan," sebutnya.
Sampai di lokasi penambangan, Dedi Mulyadi langsung meminta kepada supir untuk tidak mengendarai truk.
"Jangan ngangkut ke jalan dulu, kotor jalan. Jalannya kotor luar biasa, setiap hari saya nyemprot," pintanya.
Gubernur Jawa Barat terus menelusuri areal pertambangan untuk berbicara kepada penanggung jawab.
"Siapa penanggung jawab poyeknya? Sini kamu!" perintahnya.
Dedi menanyakan soal standar K3 yang dijalankan.
"Anda belajar K3 engga? Ada standarisasi kerja. Kenapa Anda mengotori jalan?," tanyanya.
"Dari sini sudah disiram," jawab penanggung jawab lapangan tambang.
Dedi menjabarkan, ia sudah tiga kali menyiram jalan tol tetapi tetap kotor.
"Engga bisa, saya tiga kali nyiram di gerbang tol Kalijati. Anda lihat ke depan, jalan hancur, kotornya luar biasa. Punya standar kerja engga?" serunya.
"Punya pak," ungkap pegawai perusahaan.
Mantan Bupati Purwakarta tersebut, menginstruksikan sejumlah truk agar tidak beroperasi.
"Itu jalannya, jalan provinsi. Saya stop dulu. Itu harusnya ada yang kerja jalan ke depan," tambahnya.
"Ada pak, 7 orang," ucap pegawai.
Dedi memaparkan kondisi jalan kepada karyawan perusahaan tambang.
"7 orang apa? Saya lihat setiap hari. Seminggu tiga kali, saya tinggal di Bandung. Jalan hancur, kemudian kotornya luar biasa," bebernya.
Soal truk yang beroperasi, Dedi menanyakan standar kerja yang digunakan.
"Anda dapat untung, tapi rakyat tidak boleh dirugikan. Harusnya ada standar kerja. Saya tanya truk ini sesuai standar kerja engga? tanyanya kembali.
"Kalau ini, standar Pak," jawab karyawan perusahaan.
"Kita cek, sesuai standar kerja engga? Ayo cek berapa ton? Sesuai standar kerja, kita cek . Saya tanya berapa ton? sesuai standar kerja, tonasenya sesuai engga?" pungkas Dedi.
"Saya kurang tahu," ujar karyawan tersebut.
Mendengar hal tersebut, Dedi menanyakan soal pajak perusahaan.
"Lho bukan kurang tahu, Anda yang kirim tanah ini? Anda kirim tanah ini ke mana? Oke, dijual kan, ada pajaknya engga?" lanjutnya.
"Ada pak," ucap karyawan
Gubernur Jawa Barat juga menanyakan ijin perusahaan
"Berapa, ijin galiannya ada? Bikin malu, masa industri gede engga punya standar," tandasnya.
Sebagai informasi, Dedi Mulyadi mengunjungi salah satu perusahaan penambangan galian tanah, lantaran jalur jalan tol Kalijati kotor.
Editor : Siti Dewi Yanti