RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan ingin menciptakan suasana kerja yang nyaman dan cepat.
"Kita ingin bangun manusia produktif? manusia hebat," ungkap Dedi Mulyadi kepada para ASN.
"Nah, ini dibangun suasananya, suasana rileks, suasana tenang," sambung Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi Mulyadi, dalam bekerja jangan terlalu formal dan terlalu kaku.
"Kenapa? capek, rileks saja, rileks saja," ucap Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, tidak akan membangun hubungan hierarki.
Namun, Dedi Mulyadi mengaku dari dulu selalu friendly dengan siapapun.
Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, Gubernur Jawa Barat bisa tiba-tiba telepon staf pegawai biasa, bisa tiba-tiba telepon tukang sapu.
"Saya punya nomor tukang sapu. Gubernur tiba-tiba telepon sopir ambulans karena mereka lebih cepat bergerak. Ini penting," tutur Dedi Mulyadi.
"Tidak ada lagi ngomong, ini kewenangan kota, ini kewenangan provinsi. Tidak ada runtah numpuk, bersihkan!," perintah Dedi Mulyadi.
"Sudahlah jangan ngomong kewenangan. Sudah selesai, enggak akan anggeus-anggeus (selesai-selesai)," sambung Dedi Mulyadi.
"Nanti sampah di sini, Sekda-nya nyarekan. Ieu teh pak Wali kumaha sih runtah teh," kata Dedi Mulyadi.
Setelah itu, kata Dedi Mulyadi, Wali Kota menelpon Kepala Dinas Lingkungan Hidup, lalu Kepala dinas menelepon kepala bidang, kemudian kepala bidang nelpon kepala seksi.
"Kepala seksi ujungna nitah dei ka tukang sapu, aing deui wae," tutur Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menegaskan, pekerjaan tersebut ambil saja jangan bicara kewenangan.
"Anu teu menang main cokot mah pemajikan batur, ulah kabogoh batur, ulah," pungkasnya. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim