Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tidak Boleh Ada Lagi Kabel Berantakan di Gedung Sate, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Sekda Gagah Make Sapatuna Rp15 Juta Soek Kaos Kakina Ngewa

Lucky Lukman Nul Hakim • Jumat, 18 April 2025 | 16:41 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memeriksa jam tangan Sekda Jabar.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memeriksa jam tangan Sekda Jabar.

RADAR BOGOR - Keindahan dan kekokohan Gedung Sate, menjadi perhatian tersendiri bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

"Ini adalah mukanya Jawa Barat. Walaupun ini mukanya Jawa Barat pertahankan gedung-gedungnya, tidak boleh ada cacatnya," jelas Dedi Mulyadi di depan para ASN.

Menurut Dedi Mulyadi, Gedung Sate harus tertata, bersih, indah dan rapi.

Ya, Dedi Mulyadi tidak ingin ada kabel-kabel yang berantakan.

"Gimana caranya ditutup rapi!," tegas Dedi Mulyadi.

Bahkan, Dedi Mulyadi tak ingin ada yang menyimpan sapu di balik pintu.

"Saya detail. Saya suka perhatikan, di gedung pakuan juga begitu. Di balik pintu eta kamar gubernur, eta sapu lap pel dibalikun gitu. Ini kan ember butut. Enggak boleh begitu," tutur Dedi Mulyadi.

"Gampang, bikin bangunan tinggi gitu, dipakai pintu, nanti diletakin, tutup di situ dikamuflase. Itu kayak rumah kecil tapi isinya sapu. Indah. Estetik," sambung Dedi Mulyadi.

"Secantik apapun perempuan, ini saya biar Anda ketawa. Ketika secantik apapun istri Anda, ketika makai celana jero soek ngewa pa Sekda," tutur Dedi Mulyadi sambil tersenyum.

"Pak Sekda gagah make sapatuna Rp15 juta soek kaos kakina, ah ngewa," jelas Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, satu hal dari kelemahan orang Indonesia adalah suka menyepelekan hal-hal kecil.

"Ah tibang nu gitu wae. Ah tibang cangkang cau. Orang nginjak cakang cau jatuh," singgung Dedi Mulyadi.

"Nah saya tuh selalu detail pada hal yang kecil itu. Saya perhatikan, saya detail," kata Dedi Mulyadi.

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi pun bahkan menyinggu jam tangan yang dipakai Sekda Jawa Barat.

"Oh itu, sampai jam tangan Sekda itu tadi saya ketahuan, jam sabaraha ieu teh? 7.30 cenah. Ai ceuk Sekda teh, lain jam tujuh saparapat, diadukeun. Heueuh, Sekda jam-na kurang 15 menit itu detail gitu," ungkap Dedi Mulyadi.

"Saya tuh yang gitu-gitu peka. Jadi, ulah ngabohong aing mah kapanggih aing gitu," jelas Dedi Mulyadi.

"Sekda gagah di depan pegawai, hebat luar biasa keren, petarung-petarung, amprok weh jeung pamajikanana, sudah lah ASN itu jangan gaya-gayaan. Hebat si bapak eta mah galak lah ku pemajikanna mah sieunneun," pungkas Dedi Mulyadi. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #gedung sate #bogor #gubernur jawa barat #sekda