RADAR BOGOR - Seorang ibu penjual gorengan tak henti berterima kasih bahkan sujud syukur saat didatangi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Didampingi Bupati Subang Reynaldi Putra Andita, Dedi Mulyadi melakukan penertiban terhadap sejumlah bangunan yang berdiri di atas tanah pemerintah.
Salah satunya mendatangi warung sekaligus tempat tinggal yang dihuni seorang ibu yang berjualan gorengan dan makanan lainnya di Kabupaten Subang.
Ibu tersebut mendirikan bangunan di atas tanah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Barat yang kini digunakannnya sebagai tempat tinggal juga warung makanan.
Dalam video yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Gubernur Jawa Barat berbincang dengan ibu yang mengenakan kaos hijau itu dan menanyakan awal mula bisa mendirikan bangunan di atas tanah milik pemerintah.
Dalam perbincangan terungkap bahwa wanita yang berasal dari Cikawali, Subang itu mendirikan bangunan tak berizin dan belum pernah mendapat teguran dari pemerintah setempat sehingga membuat Dedi Mulyadi menyebut hal ini sebagai pembiaran.
"Ibu bangun ini dulu habis berapa?" tanya Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
"Kalau ditotalin habis Rp45 juta, sedikit-sedikit pasang listrik, sumur. Tidurnya di sini," jawab ibu tersebut seraya mengaku dirinya tidak memiliki rumah, sehingga memilih membangun sambil berjualan di tempat itu.
"Ada yang negur gak?" tanya Dedi lagi.
"Gak ada, gak ada yang negur," kata ibu yang mengaku sudah sekitar tiga tahun tinggal di rumah tersebut dan belum pernah mendapat surat peringatan dari pemerintah terkait.
Pihak Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat yang juga berada di lokasi menyebut pihaknya memberi peringatan dengan memasang plang di lokasi.
Namun, Gubernur Jabar meminta agar ada penertiban bukan sekadar plang sebab tak akan membuat masyarakat jera mendirikan bangunan liar.
"Hanya plang orang gak takut. Akibanya seperti sekarang. Pembiarannya terlalu lama kalau udah gini kasihan tapi kan harus ditertibkan," ujar kepala daerah yang juga disapa KDM itu.
Dedi Mulyadi mengaku sudah sejak dulu ia ingin menertibkan bangunan liar yang berdiri di atas tanah pemerintah, hanya saja dulu ia tidak memiliki kewenangan.
Kini ketika dirinya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi akan melakukan penertiban terhadap bangunan-bangunan liar yang berdiri di atas tanah pemerintah, salah satunya di atas tanah Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat.
Setelah mendengar keterangan ibu tersebut, Dedi Mulyadi kemudian memberikan uang sebesar Rp5 juta untuk biaya makan selama sekitar satu bulan atau selama jalur itu dirapikan.
"Makasih pak, makasih ya Allah," ucap ibu itu usai menerima uang dari sang gubernur.
Dedi lantas bertanya terkait anak-anak ibu tersebut hingga diketahui kalau wanita itu memiliki anak yang baru lulus SD dan akan masuk ke SMP. Selain itu ia juga memiliki anak yang menempuh pendidikan di pesantren tingkat SMP tetapi ijazahnya ditahan karena masih memiliki tunggakan sehingga tidak bisa melanjutkan ke SMA.
Mendengar kabar ada ijazah yang masih ditahan, Dedi Mulyadi langsung meminta Bupati Subang Reynaldi Putra Andita yang berada di sampingnya untuk segera menangani persoalan tersebut.
"Nanti hari Senin diambilin sama Pak Bupati," kata Gubernur Jabar disambut gembira ibu itu.
Dedi juga menyerahkan sejumlah uang untuk biaya anak ibu itu sekolah yang membuatnya terharu sampai bersujud mengucap syukur.
"Nuhun ya Allah Nuhun," ucap ibu tersebut sambil terus menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Editor : Eka Rahmawati