Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Susunan Pejabat Bank Jabar Dirombak, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Saya Punya Hutang Dikejar Sampai Rumah Nepi ka Kandang Domba Aing Diukur

Lucky Lukman Nul Hakim • Minggu, 20 April 2025 | 17:55 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kompak bersama Sekda.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kompak bersama Sekda.

RADAR BOGOR - Banyak pengalaman yang dialami Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama bank bjb.

Selaku pemegang saham pengendali bank bjb, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku sering memberikan masukan.

"Saya sampaikan terima kasih, walaupun saya ngomong terus-terusan ke Bank Jabar, saya hari ini terus ke Bank Jabar meminta turunkan bunga pinjaman pegawai. Betul enggak?," ungkap Dedi Mulyadi di depan para ASN.

Mendengar hal tersebut, para pegawai Pemprov Jawa Barat langsung menyambut antusias.

"Betul," jawab para ASN kepada Dedi Mulyadi.

"Kenapa? Bank Jabar besar itu oleh pegawai. Sudahlah," ujar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi mengaku, sudah bertemu dengan pimpinan bank bjb.

"Pimpinannya menjelaskan, ya saya enggak bisa jelasin di sini berat," kata Dedi Mulyadi.

"Kenapa? Bank Jabar memang untung ti pegawai, dibuntungkeun ku batur dan besar jumlahnya," jelas Dedi Mulyadi.

"Tapi itu loh komitmen saya untuk saya perbaiki, saya benahi dan saya bersikap profesional," tegas Dedi Mulyadi.

Dengan lantang, Dedi Mulyadi mengaku akan bertindak profesional dan tidak mau ikut campur.

"Enggak mau apapun, enggak mau saya, saya ingin profesional," kata Dedi Mulyadi.

"Orang di Bank Jabar profesional di bidang perbankan, komisarisnya harus orang-orang bersih dan profesional untuk naik," tutur Dedi Mulyadi.

"Anda bisa lihat hari ini, Bank Jabar sahamnya sudah naik lagi. Asalnya 600, sekarang sudah ke 830," papar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi ingin, Bank Jabar sahamnya ke 1.300.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan, sudah meminta pihak Bank Jabar wajib melakukan empat langkah dan pihak Pemprov harus mengetahuinya.

Satu, kata Dedi Mulyadi, merestrukturisasi pegawai baik jabatan direktur maupun jabatan wakil direktur maupun kantor-kantor cabang yang tidak produktif dengan menutupnya.

Yang kedua, sambung Dedi Mulyadi, jumlah pegawai jangan terlalu banyak, karena mengelola uang berdampak biaya operasional Bank Jabar Rp90 miliar dan harus diturunkan biar operasionalnya ke angka 45.

Kemudian, Bank Jabar juga harus menghentikan berbagai bentuk kredit yang memiliki dampak fiktif dan kemacetan.

"Kenapa? Saya sebagai warga Jawa Barat peminjam Bank Jabar sejak menjadi anggota DPRD kabupaten, sampai hari ini merasa sakit hati," tutur Dedi Mulyadi.

"Kenapa? saya punya hutang dikejar sampai rumah nepi ka kandang domba aing diukur," sambung Dedi Mulyadi.

"Saya ngalamin, nepi ka kandang domba saya diukur karena saya telat sebulan," kata Dedi Mulyadi.

"Tapi orang lain ngemplang duit triliunan sangeunahna. Anda sakit hati enggak? Kenapa? Bank Jabar itu besar oleh pegawai yang tidak pernah nunggak karena dipotong langsung. Tapi buka tabungannya diblok," papar Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi Mulyadi, masalah tersebut harus diperbaiki.

"Enggak boleh dong, orang lain ngemplang Bank Jabar seenak jidatnya. Sedangkan, kita menjadi penumpang dari Bank Jabar. Enggak bisa. Harus diubah, harus diperbaiki, harus menjadi bank terbaik di Indonesia. Itu caranya. Jadi sudahlah kita koreksi, kita terbuka," pungkasnya. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bank bjb #dedi mulyadi #bogor #Bank Jabar #gubernur jawa barat